Dark/Light Mode

Pemkot Bikin Satgas Untuk Edukasi Masyarakat

5.200 Warga Jaksel Kena Penyakit TBC

Minggu, 13 Maret 2022 08:00 WIB
Ilustrasi penyakit TBC (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi penyakit TBC (Foto: Shutterstock)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 5.200 warga Jakarta Selatan (Jaksel) terpapar penyakit tuberculosis (TBC) pada periode Januari hingga Maret 2022. Tingginya penyakit yang disebabkan bakteri myobacterium tuberculosis itu diduga terjadi karena selama pandemi Covid-19, penanganan terhadap penyakit tersebut merosot.

“JUMLAH yang menderita itu kini masih dalam pengobatan,” kata Wali Kota Jakarta Selatan, Munjirin di Jakarta, kemarin.

Munjirin menuturkan, jumlah kasus TBC itu tinggi. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk mengatasinya.

Baca juga : Ratas PPKM, Wamenkes Ajak Masyarakat Segera Vaksinasi Booster

Satgas Covid-19 sudah ada sampai Rukun Tetangga. Namun, untuk Satgas TBC belum ada. Karena itu, perlu ada kader yang mendidik warga mengenai TBC. Karena belum semua warga paham, bagaimana cara ngobatin TBC,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Jaksel akan terus melakukan pelatihan bagi warga untuk menjadi kader yang memahami penanganan TBC.

Sebagai informasi, DKI Jakarta tercatat sebagai Provinsi nomor 4 dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak secara nasional. Penangangan dan perhatian terhadap penyakit ini merosot sejak pandemi.

Baca juga : Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Sinar Mas Kerek Produksi Migor

11 Kematian Per Jam

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, estimasi kasus TBC secara global sebanyak 9.960.000 kasus. Jumlah tersebut terdiri dari 6.170.000 kasus pasien laki-laki dan 3.790.000 kasus pasien perempuan.

“Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang dua pertiga kasus TBC di seluruh dunia,” ujar Nadia, di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga : Petugas Sudin Gulkarmat Evakuasi Tiga Ular Di Halaman Rumah Warga Di Jaktim

Nadia memaparkan, kasus tuberkulosis terjadi di 34 provinsi di Indonesia. Kasus terbesar pada tahun 2019 terjadi di provinsi Jawa Barat (Jabar), disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.