Dark/Light Mode

Keren Perencanaan, Buruk Pelaksanaan

Proyek Super Anti Banjir Baru Berjalan 10 Persen

Senin, 21 Maret 2022 07:30 WIB
Alat berat mengeruk lumpur bercampur sampah saat grebek lumpur di Kali Krukut, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, Senin (7/3/2022). Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI melakukan kegiatan pengerukan atau pengurasan saluran air melalui kegiatan grebek lumpur guna memperluas daya tampung kali/sungai untuk menghadapi musim penghujan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa).
Alat berat mengeruk lumpur bercampur sampah saat grebek lumpur di Kali Krukut, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta, Senin (7/3/2022). Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI melakukan kegiatan pengerukan atau pengurasan saluran air melalui kegiatan grebek lumpur guna memperluas daya tampung kali/sungai untuk menghadapi musim penghujan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa).

 Sebelumnya 
Sedangkan pembangunan atau peningkatan kapasitas kali atau sungai Ciliwung hilir kawasan Pasar Baru mencapai 3,53 persen.

Konsen Garap 13 Kali Besar

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal optimistis sisa anggaran Rp 371 miliar akan terserap.

Baca juga : Lestari: Pendidikan Guru Penggerak Harus Berkelanjutan & Terukur

“Sudah ada floating-nya, terutama berkaitan dengan yang sudah sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM). Tantangannya, proyek ini harus selesai akhir Maret,” ujar Yusmada.

Menurutnya, sisa dana tersebut akan dialokasikan untuk 13 kali besar di Jakarta. Yakni, Kali Sunter yang berada di Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Pondok Bambu, Kelurahan Cipinang Muara.

Lalu, Kali Ciliwung yang berada di Kelurahan Rawajati, Kelurahan Pejaten Timur, Kelurahan Tanjung Barat, Kelurahan Cawang, Kelurahan Bale Kambang, Kelurahan Cililitan dan Kelurahan Gedong.

Baca juga : Aturan Dilonggarkan, Trafik Penumpang Di Bandara AP I Meningkat 20 Persen

Selanjutnya, Kali Angke di Kelurahan Duri Kosambi, Kelurahan Kembangan Selatan dan Kali Jati Kramat di Kelurahan Pondok Kelapa.

“Konsen kami ke pembebasan lahan. Sesuai komitmen Pemprov, mendukung program peningkatan kapasitas sungai. Kami tetap memprioritaskan menyelesaikan area kritis di daerah 13 kali itu. Terutama kali Pesanggrahan, Angke, Sunter, Ciliwung dan Jati Kramat,” tandasnya.

Anggota DPRD August Hamonangan meminta Pemprov fokus membebaskan lahan untuk proyek normalisasi sungai. Sebab, sungai menjadi penyebab utama banjir di Ibu Kota.

Baca juga : Perenang Keturunan Indonesia-Amerika, Bangga Bisa Bela Indonesia Di SEA Games 2022 Vietnam

“Nggak usah bikin program yang macam-macam,” kata Politisi PSI ini saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Sabtu (19/3).

August menilai, program pengendalian banjir saat ini hanya keren di perencanaan. Seperti, 942 atau sumur resapan.

“Tapi dalam realisasinya, tidak dijalankan dengan baik. Seperti proyek sumur resapan yang nggak efektif atasi banjir,” sentilnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.