Dewan Pers

Dark/Light Mode

Transjakarta Sering Kecelakaan

Wagub Kembali Salahkan Sopir

Jumat, 25 Maret 2022 14:36 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Istimewa)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bus TransJakarta kembali kecelakaan pada Kamis (24/3). Bus menabrak Mitsubishi Xpander dan truk pengangkut galon air mineral di Tol Jagorawi. Kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan Transjakarta.

Sejak Januari sudah terjadi 18 kecelakaan. Dari  kecelakaan tersebut, tiga orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, dan tujuh luka ringan serta menimbulkan kerugian materil. 

Menanggapi rentetan kecelakaan Tarnsjakarta, Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kecelakaan bus Transjakarta tersebut disebabkan oleh pramudi atau sopirnya yang gampang mengantuk.

Berita Terkait : Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tingkatkan Literasi Masyarakat

Kondisi itu, kata Riza, karena jalur bus (busway) yang lurus sehingga membuat si pengemudi mengalami kebosanan.

"Sehingga pramudinya cepat mengantuk dan sebagainya," kata Riza di Balai Kota, Jumat (25/3).

Dan kecelakaan yang kembali terjadi, menurut politisi Partai Gerindra ini, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR). 

Berita Terkait : Marquez Alami Diplopia Usai Kecelakaan Balap Mandalika

Riza menjelaskan, untuk mengantisipasi kecelakaan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). KNKT akan mengevaluasi dan memberikan rekomendasi agar Transjakarta melakukan perbaikan.

“Terus dilakukan perbaikan-perbaikan terkait struktur Transjakarta, personalia, manajemen, dan lain-lain," tuturnya.

Riza pun meminta, pihak Transjakarta untuk memberi perhatian lebih mulai dari rekrutmen, kesehatan, kesejahteraan, serta kemampuannya dalam mengemudi. 

Berita Terkait : BMKG Pantau Hilal Penetapan Awal Ramadhan, 1 April

“Supaya tidak lagi terjadi kecelakaan di antaranya disebabkan karena human error," ujarnya.

Terlebih, menurut Riza, bus Transjakarta berbeda dengan bus lainnya. Selain lebih besar dari bus pada umumnya, Transjakarta memiliki jalur sendiri dan kelengkapan atau fitur yang tak ada di bus biasa. (DRS)