Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno

Sukses Jakarta di Bidang Transportasi Dibangun Sejak Zaman Jokowi

Jumat, 28 Juni 2019 14:28 WIB
MRT atau Moda Raya Terpadu kini telah hadir di Jakarta sebagai alternatif moda transportasi yang modern dan hemat waktu. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)
MRT atau Moda Raya Terpadu kini telah hadir di Jakarta sebagai alternatif moda transportasi yang modern dan hemat waktu. (Foto: Ng Putu Wahyu Rama/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah reputasinya sebagai kota macet dengan tingkat polusi tinggi di dunia, Jakarta berhasil meraih satu penghargaan bergengsi dari ajang Sustainable Transport Awards 2019 yang diumumkan di Fortaleza, Brazil sebagai Tiga Kota Terbaik Dunia. Jakarta diakui sebagai satu dari tiga kota terbaik dunia dalam perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota, bersama Pune (India) dan Kigali (Rwanda), setelah sebelumnya masuk posisi 15 besar dari 200 kota besar di dunia. Mengalahkan kota-kota dunia seperti Kingston (Kanada), Richmond (Amerika Serikat), dan Bogota (Kolombia).

Informasi ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun Instagramnya, @aniesbaswedan, Kamis (27/6). "Jakarta sukses meraih posisi tiga besar dalam Sustainable Transport Awards atas konsep dan eksekusi integrasi antar moda transportasi publik, peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun dan halte, serta keberhasilan meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta sebanyak dua kali lipat dalam waktu dua tahun," tulis Anies.

Ia menambahkan, keberhasilan Jakarta masuk tiga besar ini juga turut didukung oleh penilaian Tom Tom Traffic Index 2018, yang menyebutkan Jakarta mengalami penurunan kemacetan terbesar dibanding 400 kota lain. Itu adalah sebuah pengakuan dunia bahwa kita sedang berada di jalur yang benar dan kita bisa berubah mengatasi tantangan kronis Ibu Kota," tutur Anies.  

Baca juga : Mudik, Kecelakaan Menurun, Waktu Tempuh Normal

Terkait hal ini, Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah Djoko Setijowarno menilai, prestasi Jakarta menembus Tiga Kota Terbaik Dunia tidak lahir dari proses instan. Bukan pula, hasil kerja seorang dua orang. Ada banyak tangan yang bekerja dari beberapa pemerintahan sebelum Anies. 

Menurutnya, perbaikan sistem transportasi di Jakarta dimulai sejak pergantian tampuk kepemimpinan Gubernur DKI, dari Fauzi Bowo ke Joko Widodo.

"Prestasi Jakarta di bidang transportasi tidak bisa dibilang hasil kerja satu dua orang. Karena, ini merupakan akumulasi hasil kerja banyak pihak dari pemerintahan sebelumnya. Jadi, tidak bisa seorang pun mengklaim sukses ini sebagai hasil kinerja sendirian," katanya kepada Rakyat Merdeka, Jumat (28/6).

Baca juga : Tol Trans Jawa, Antara Manfaat Dan Kerugian

Djoko menjelaskan, gubernur terdahulu telah memulai pengembangan transportasi publik, antara lain melalui pengoperasian bus TransJakarta. Tahun 2012, PT Transportasi Jakarta selaku operator bus TransJakarta, baru membangun enam koridor.  Angka ini terus meningkat menjadi 39 koridor pada 2014. Tiga tahun kemudian, bertambah lagi menjadi 80 koridor. Termasuk, 10 rute rintisan untuk Jak Lingko.

"Selain itu, peran pemerintah pusat juga tak bisa diabaikan. Pelayanan kereta rel listrik (KRL) yang berkembang sejak 2013, misalnya. Bahkan, saat ini, KRL sudah sampai ke Rangkasbitung dan Cikarang. Jadi, Ditjen KA (Direktorat Jenderal Kereta Api) juga turut berkontribusi. Ditambah lagi, pemerintah pusat juga membentuk Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk memperbaiki sistem transportasi Jakarta. Untuk mendukung hal itu, pemerintah pusat juga menerbitkan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ)," terang Djoko.

Djoko berharap, penghargaan ini dapat memacu semangat Jakarta, agar dapat menata diri lebih baik lagi. "Untuk itu, ada beberapa hal yang mesti ditingkatkan. Misalnya, kurangi sepeda motor, perluas wilayah ganjil genap, dan memperbaiki transportasi publik agar terintegrasi," pungkas Djoko. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.