Dark/Light Mode

Meningkat Pasca PTM 100 Persen

Pelajar Pake Kode COD Untuk Janjian Tawuran

Sabtu, 4 Juni 2022 07:30 WIB
Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 9 pelajar di Jalan Timah, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa).
Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 9 pelajar di Jalan Timah, Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Potensi terjadinya tawuran antara pelajar meningkat pasca Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Salah satunya dipicu provokasi para alumni sekolah.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jakarta Pusat, Kombes Komarudin mengatakan, potensi kerawanan tawuran pelajar di wilayahnya terjadi melalui cara konvensional dan pola baru di era media sosial. Pada masa pandemi, pelajar tawuran dengan cara janjian melalui media sosial. Agar tidak terendus aparat keamanan, mereka menggunakan kode rahasia.

“Mereka menggunakan kode COD yang artinya untuk mengajak tawuran. Hal ini pola terbaru para pelajar. Saat ini, para pelajar menggabungkan pola lama dan baru untuk bisa tawuran,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga : Volume Pengiriman Lion Parcel Naik 30 Persen Selama Ramadan Dan Lebaran 2022

COD merupakan singkatan yang biasa digunakan pedagang dan pembeli via daring. Artinya, cash on delivery. Transaksi dilakukan dengan cara melakukan pertemuan.

Komarudin menyebutkan, provokasi alumni sekolah menjadi salah satu pemicu pelajar melakukan tawuran.

“Para alumni atau senior mengajak para pelajar turun ke jalan. Bahkan, kadang untuk mendapatkan status tertentu dari senior, mereka harus berani melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.

Baca juga : Lestari: PTM 100 Persen Harus Kedepankan Faktor Kesehatan

Selain itu, paparnya, dalam melakukan tawuran, para pelajar memiliki peran dan tugas. Ada yang berperan jadi joki alias penghubung. Dan, ada yang bertugas membawa senjata tajam.

Pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mencegah tawuran pelajar. Selain menegakkan hukum, polisi melakukan edukasi kepada pelajar.

“Edukasi mengenai bahaya tawuran menjadi suatu hal yang sangat penting, sembari melakukan pengawasan di lapangan,” ungkapnya.

Baca juga : Kementan Pastikan Ternak Untuk Idul Adha Sehat Dan Aman

Komarudin menerangkan, pihaknya telah melakukan pemetaan pola dan waktu tawuran. Polisi akan menindak tegas pelaku tawuran. Komarudin berharap, masyarakat turut serta dalam upaya pencegahan tawuran.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar mengawasi mereka (pelajar). Kalau ada indikasi atau aktivitas mengarah ke sana (tawuran) segera laporkan kami,” pintanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.