Dewan Pers

Dark/Light Mode

Biar Nggak Jadi Sandungan Di Masa Mendatang

DPRD Ingatkan BUMD DKI Jangan Sembarangan Beli Lahan

Minggu, 5 Juni 2022 20:32 WIB
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail. (Foto: Istimewa)
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ismail. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengingatkan Perumda Dharma Jaya agar menyempurnakan persyaratan pengajuan penyertaan modal daerah (PMD). Upaya tersebut perlu dilakukan sebagai memitigasi terjadinya pelanggaran hukum di kemudian hari.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail menjelaskan, Perumda Dharma Jaya berencana melakukan pembelian lahan untuk penampungan ayam dalam rencana kerja tahun 2023 senilai Rp 300 miliar. Kemudian Rp 70 miliar untuk pengolahan limbah.

“Komisi B mengingatkan agar dalam pelaksanaan akuisisi lahan tersebut sesuai aturan. Karena ini menggunakan PMD. Harus dilakukan sesuai koridor, kajiannya harus benar-benar sesuai kebutuhan dan pelaksanaanya sesuai koridor hukum,” ujarnya di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/6).

Berita Terkait : Sharing Pengalaman, Gus Halim dan Dubes China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pembangunan Desa

Ismail mengatakan, Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) harus lebih proaktif dalam melakukan pendampingan terhadap BUMD yang ada Jakarta. Memperketat dan mempercepat syarat-syarat pengusulan PMD harus menjadi salah satu langkah prioritas untuk menjamin kualias dan akuntabilitas penggunaannya.

“Dari semua yang mengusulkan PMD, memang sebagian kajinnya masih disiapkan, termasuk Dharma Jaya. Maka kami berharap BPBUMD segera menuntaskan kajian tersebut sehingga nanti dalam rapat kerja berikutnya kita sudah bisa bahas,” ucapnya.

Direktur Utama PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman memastikan kajian tersebut bisa diselesaikan dengan tenggat waktu dua bulan.

Berita Terkait : Terbang Ke Saudi, Menag Pastikan Layanan Jemaah Haji Siap

“Kami usahakan secepatnya. Kajian internal, pengajuan ke konsultan, lalu ke BPBUMD dan pembahasan di rapat. Targetnya dalam 2 bulan sudah selesai,” katanya.

Raditya menjelaskan, pengajuan tempat penampungan ayam seluas 2 hektare tersebut dikarenakan lokasi miliknya saat ini yang berada di Pulo Gebang sudah tidak memadai. Terlebih sebagian lahannya telah digunakan untuk pembuatan lemari pendingin (cool storage).

“Selain itu karena ada peraturan daerah yang mengatur pelarangan ayam hidup di pasar, ayam harus ditampung disatu tempat dahulu dan penunjukannya di Dharma Jaya. Tapi sekarang tempat kita sudah penuh,” tuturnya.

Berita Terkait : Menag Ingatkan Petugas Haji Jangan Kecewakan Tamu Allah

Sementara untuk pembangunan pengolahan limbah, Raditya mengatakan rencananya akan dilakukan di Cakung Jakarta Timur dengan luas 6 ribu meter.

“Salah satu pemanfaatannya dengan merubah limbah menjadi listrik atau biogas. Itu nanti akan kita lakukan analisa mendalam. Pastinya nanti akan bekerjasama juga dengan lingkungan hidup,” tandasnya. (DRS)