Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tilang Ganjil Genap Di 12 Ruas Tambahan Efektif Senin Depan

Senin, 6 Juni 2022 19:12 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: Istimewa)
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum menerapkan penindakan terhadap pelanggaran di 12 ruas jalan tambahan Ganjil Genap pada pekan ini.

"Pekan ini belum ada penindakan tapi begitu ada pelanggaran, diarahkan keluar dari jalur Ganjil Genap," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo di Jakarta, Senin (6/6).

Rencananya, penindakan pelanggaran di 12 ruas jalan tambahan Ganjil Genap akan diberlakukan mulai Senin (13/6).

Berita Terkait : Ulama NU: Undangan Liga Muslim Dunia Untuk Puan Tanda Penghormatan Pemimpin Bangsa

Sedangkan untuk 13 ruas jalan yang lebih dulu diberlakukan sebelumnya, lanjut dia, rencananya pekan ini akan mulai diberlakukan penindakan.

Sementara itu, kata dia, pemberlakuan Ganjil Genap di 25 ruas jalan di Jakarta mulai dilaksanakan dengan arus lalu lintas yang terpantau kondusif.

Namun, lanjut Syafrin, beberapa ruas jalan alternatif justru terjadi kepadatan, setelah penambahan 12 ruas jalan yang juga menerapkan Ganjil Genap.

Berita Terkait : Tanpa Egy Dan Evan Dimas, STY Pede Timnas Tembus Piala Asia

"Prinsip penerapan pembatasan lalu lintas dengan Ganjil Genap adalah bukan memindahkan kendaraan pribadi dari 25 ruas jalan ke jalan alternatif tapi bagaimana agar mobilitas warga itu menjadi efisien," ucap Syafrin.

Ia berujar penerapan Ganjil Genap bertujuan untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke kendaraan umum untuk menekan kemacetan.

Adapun untuk jam operasional Ganjil Genap akan dimulai pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB dan sore dari pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Berita Terkait : Perluasan Ganjil Genap Di 25 Ruas Jalan Berlaku 6 Juni

Aturan Ganjil Genap berlaku Senin sampai Jumat. Sedangkan Sabtu, Minggu serta hari libur nasional, ganjil genap tidak berlaku.

Ganjil Genap tidak berlaku bagi kendaraan dinas Polri, TNI, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan bahan bakar listrik, sepeda motor, angkutan umum dengan pelat dasar kuning dan kendaraan darurat lainnya yang dikecualikan.

Pelanggar sistem Ganjil Genap Jakarta akan dikenakan sanksi pemberian bukti pelanggaran (tilang) yang mengacu pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yakni dikenakan denda maksimal Rp 500 ribu. (DRS)