Dark/Light Mode

Masjid Al Munawaroh Pasca Dimasuki Anjing

Karpetnya Baru Dan Wangi, Petugasnya Dihadiahi Umrah

Senin, 8 Juli 2019 06:03 WIB
Karpet baru di Masjid Al Munawaroh Bogor.
Karpet baru di Masjid Al Munawaroh Bogor.

RM.id  Rakyat Merdeka - Masjid Al Munawaroh Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sempat dimasuki anjing yang dibawa seorang wanita, sudah berbenah. Usai kejadian itu, salah seorang petugas masjid dihadiahi umrah karena dinilai gigih menjaga kesucian masjid.

Masjid Jami Al Munawaroh berada di Jalan Bali Raya, Desa Sumur Batu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Letaknya sangat strategis. Berada di pinggir jalan besar, di tengah-tengah permukiman elite yang tenang dan sejuk.

Pepohonan rindang dan sungai yang mengalir tepat di sisi masjid, menambah sejuk suasana. Bangunan masjid terbilang unik. Bentuknya seperti bulatan besar. Bangunan setinggi tiga lantai. Di sisinya terdapat gedung panti asuhan. Sedangkan di sisi lainnya, terdapat beberapa toko.

Menara masjidnya juga unik. Bentuknya seperti obor raksasa. Tingginya sekitar 20 meter. Praktis tentu saja Masjid Jami Al Munawaroh menarik perhatian siapa saja. Seperti yang terlihat pada Jumat (5/7).

Hari itu menjelang sore. Ibadah salat Ashar sudah lewat. Awalnya, hanya terlihat sedikit jemaah yang berada di sekitar masjid. Cuma puluhan orang. Mendekati waktu salat Maghrib, jemaah yang berdatangan semakin banyak. Tempat parkir kendaraan yang tadinya tidak sampai 10 mobil, mulai penuh. Bahkan, kendaraan meluber hingga ke pinggir jalan.

Lima hari usai peristiwa cekcok antara wanita pembawa anjing dengan pengurus Masjid Al Munawaroh terjadi, suasana di masjid tak ada perbedaan sama sekali dalam aktivitas jemaah.

Baca juga : Teroris Selandia Baru Dilarang Banyak Bicara

Para jamaah yang datang tetap salat seperti biasa. Apalagi, karpet-karpet di masjid itu, sudah diganti dengan yang baru. Karpet-karpet baru berwarna hijau, dipasang di tiga lantai. Bahkan gulungan karpet baru yang didatangkan itu berlebih.

Gulungan karpet baru yang belum terpakai disimpan di lantai tiga. Di sisi lain, beberapa karpet lama, sudah selesai di-laundry. Terlihat ada dua gulungan karpet lama yang selesai dicuci dan disimpan di bawah tangga menuju lantai tiga.

Fajar, salah seorang jamaah masjid mengatakan, ibadahnya di masjid itu sama sekali tak terpengaruh dengan peristiwa yang sempat viral tersebut. “Lagipula karpetnya sudah diganti. Nggak ada masalah,” kata Fajar.

Fajar berharap, umat Islam tidak terpancing emosi, karena bisa mengancam toleransi antar umat beragama. Warga Babakan Madang ini mengatakan, kita jangan mengeneralisir suatu golongan hanya berdasarkan tabiat satu orang. Terlebih, kata dia, wanita yang masuk ke dalam masjid dengan membawa masjid itu punya riwayat depresi.

“Tidak mungkin kita mau meladeni orang yang kondisi kejiwaannya tidak dalam kondisi baik,” ujarnya.

Sebagai muslim, dia memaafkan perbuatan oknum umat kristen tersebut. Namun proses hukum harus tetap dilanjutkan, agar pelaku jera dan tidak memicu kejadian serupa di tempat lain. Dia menegaskan, wanita itu hanya oknum.

Baca juga : Gempa 7,1 SR, Ada Peringatan Dini Tsunami di Sulut dan Malut

“Tidak bisa dikaitkan dengan latar belakang agama, ras, dan suku,” ucapnya.

Di tempat sama, salah satu anggota tim keamanan Masjid Al Munawaroh Hafidz Udjed mengatakan, tak ada perbedaan dalam hal ibadah di masjid pasca kejadian akhir pekan lalu. Kata dia, hingga hari ini, ibadah berjalan dengan lancar, tanpa gangguan.

“Apalagi karpet barunya sekarang sudah pasang,” kata Hafidz.

Kata dia, karpet-karpet baru yang dipasang itu adalah pemberian ‘hamba Allah’, melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI). Untuk itu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)Al Munawaroh mengucapkan terima kasih.

“Alhamdulillah kita dengan senang hati menerima (karpet) itu. Dan Karena atas izin penasihat masjid, karpet ini bisa terpasang,” tutur Hadidz.

Hafidz mengatakan rencananya ada 22 rol karpet yang akan dikirim ke masjid Al Munawaroh. Hafidz berharap, dengan adanya karpet baru ini, makin banyak orang yang rajin beribadah.

Baca juga : Kepala BNPB Doni Monardo Iringi Jenazah Sutopo ke Rumah Duka

Jemaah Masjid Al Munawaroh, menurut Hafidz, memang selalu ramai. Jemaahnya berasal tak hanya dari warga sekitar saja, tapi banyak juga yang berasal dari wilayah lainnya.

Usai insiden masuknya perempuan pembawa anjing ke Masjid Al Munawaroh, ada berkah tersendiri yang dirasakan Ishak Solahudin, kolega Hafidz yang sama-sama menjadi petugas masjid. Pria yang dalam video viral tampak turut membantu proses pengusiran perempuan pembawa anjing itu mendapatkan hadiah umrah ke Tanah Suci.

Hadiah itu diberikan biro perjalanan umrah sebagai bentuk penghargaan kepad Ishak, yang telah gigih menjaga kesucian masjid. “Alhamdulillah saya bersyukur. Insya Allah semua Allah yang berikan kepada saya,” kata Ishak.

Setelah peristiwa itu, Ishak kini menjadi pusat perhatian jemaah. Banyak jemaah yang sengaja datang untuk melihat masjid dan bertemu Ishak untuk sekadar berfoto selfie dengannya. Belajar dari kejadian itu, Ishak mengajak umat Islam agar dapat menjaga kesucian masjid. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.