Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lahan Kemenkumham di Kota Tangerang Tak Terurus, Banyak Dimanfaatkan Oknum
Jumat, 12 Juli 2019 16:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah sindiran Menkumham, Yasonna H Laoly, kepada Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, yang menyebut kurang ramah dalam memberi perizinan pembangunan gedung Perguruan Tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim). Banyak warga Kota Tangerang menunjukkan kekecewaannya. Mereka lalu mengungkap kasus-kasus oknum di lahan-lahan Kemenkumham.
Suyadi (62), warga Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, mengungkapkan bahwa sepanjang jalan Pasar Tanah Tinggi hingga menuju Taman Gajah, banyak oknum liar yang menarikan uang dari para pedagang. "Ya. Makanya sepanjang jalan itu terlihat kumuh dan berantakan. Saya kurang paham apa preman yang menarikan biaya sewa di situ. Tapi yang saya tahu, itu para pedagang dan parkir 24 jam itu bayar," ungkap Suyadi dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (12/7).
Baca juga : Pengelola Tol Pemalang-Batang Tak Mau Toiletnya Dipakai Pemudik
Ia juga mejelaskan, ada lahan kosong yang kini dipergunakan parkir-parkir mobil pemberat. Lokasi tersebut juga termasuk dalam transaksi sewa ilegal. "Di sepanjang jalan itu kan juga ada tuh parkir ilegal pinggir jalan dan bengkel-bengkel. Sama itu semua juga setor, tapi siapa siapanya saya kurang tahu," katanya.
Hal senada juga dikatakan seorang pedagang mie rebus dan rokok di kawasan Taman Elektrik samping Masjid Raya Al Azhom. Ia menceritakan, setiap tahunnya ia melakukan setoran biaya sewa lapak dagangnya sekitar Rp 2 juta.
Baca juga : ASN Kementan Dilarang Terima Bingkisan Lebaran
"Nggak ada yang gratis. Ini kan lahan Lapas. Setiap tahun saya bayar. Sama semua pedagang disini juga bayar tapi kalau harganya beda atau sama saya kurang tahu," ungkapnya.
Sebagian lahan yang sudah sangat kumuh dan terbengkalai itu telah dijaga Pemkot Tangerang. Yaitu dengan membangun sejumlah fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Namun, sebagian lahan yang masih terus tak terurus dan tak jelas kegunaannya. Sudah dimanfaatkan oknum-oknum atau sekelompok untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah secara ilegal dengan waktu yang sudah cukup lama. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya