Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pipa Uzur Dan Rawan Bocor
Air PAM Ibu Kota Nggak Higienis
Senin, 1 Agustus 2022 09:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sepanjang 12 ribu kilometer (KM) pipa jaringan air minum di Jakarta berusia puluan bahkan ratusan tahun. Sebanyak, 40 persen atau 5 ribu KM rawan bocor.
Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan, semestinya air PAM di Jakarta dapat langsung diminum. Tanpa perlu dimasak. Namun, karena kondisi pipanya, membuat air PAM Jaya tidak layak untuk langsung dikonsumsi.
“Pipa PAM Jaya itu ada 12 ribu kilometer (KM), usianya sudah puluhan tahun bahkan ada yang 100 tahun. Dari 12 ribu KM itu, 40 persen atau sekitar 5 ribu KM mengalami kebocoran,” kata Syahrul di Jakarta, Sabtu (30/7).
Syahrul menjelaskan, kebocoran dan usia pipa yang sudah tua tersebut, membuat air PAM Jaya menjadi tidak higienis. Air PAM Jaya tercemar bakteri, seperti ecoli. Sehingga air PAM Jaya tidak dapat langsung dikonsumsi.
Baca juga : Lawan Barito, Pemain Muda Terbaik Pesut Etam Siap Unjuk Gigi
“Saat masih di SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) itu bisa langsung diminum, tapi begitu sudah disalurkan, masuk ke pipa, sudah tidak dapat lagi untuk langsung diminum,” bebernya.
Syahrul menyampaikan kabar baik, khususnya bagi warga Jakarta Selatan. Di mana PAM Jaya tengah membangun SPAM Ciliwung. Nantinya, akan ada penambahan 200 liter per detik yang dapat melayani sekitar 15.000 sambungan rumah di wilayah Kelurahan Kalibata, Kelurahan Pengadegan, Kelurahan Rawajati, Kelurahan Duren Tiga dan Kelurahan Pancoran. “Airnya bisa langsung diminum, sebab pipanya baru. Insyaallah tahun depan (2023) sudah bisa terwujud,” ujarnya.
Syahrul memaparkan, air yang layak langsung minum harus diolah dengan standar ketat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 tahun 2020 tentang Persyaratan Kualitas Air.
Hingga kini, PAM Jaya terus berupaya memaksimalkan kemampuan untuk memenuhi kriteria yang ditetapkan Pemerintah Pusat untuk menyuplai air langsung minum tersebut.
Baca juga : Golkar Juara, Airlangga Presiden
Pada 1 Agustus 2022 ini, PAM Jaya menginjak usia 100 tahun. PAM Jaya pun terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan cakupan kepada warga Jakarta. Tepat di usia satu abad ini, PAM Jaya mulai melakukan transisi untuk mengambil alih pengelolaan air dari tangan mitra swasta PT Aetra dan Palyja.
Nantinya, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) ini yang akan mengelola dan menyalurkan air ke warga. Dengan begitu, PAM Jaya bisa lebih mengontrol dan menangani permasalahan air perpipaan yang selama ini dikeluhkan warga.
“Tidak seperti Jakpro yang mengerjakan mega proyek dan hasilnya terlihat seperti JIS (Jakarta International Stadium), Formula E, dan lain-lain. Tapi PAM Jaya, sebagus apapun, secanggih apapun jaringan perpipaan yang kita buat, tidak terlihat,” cetusnya.
Namun ketika ada gangguan, air PAM kotor atau mati, terdengar hingga ke mana-mana.
Baca juga : Sidak Stok Dan Harga Pangan Di Pasar Kota Makassar, Mentan: Kondisinya Aman
“Saat air lancar dan bagus, diam saja. Tapi itu memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Kami pun akan terus berusaha melakukan dan memberikan yang terbaik,” janjinya.
Kini, PAM Jaya tengah fokus untuk merealisasikan target 100 persen jaringan perpipaan Jakarta pada 2030. Di mana, saat ini baru sekitar 68 persen wilayah Jakarta yang terlayani air perpipaan. Yakni, dengan membangun SPAM Ciliwung.
Selain itu, PAM Jaya juga berencana membangun SPAM Pesanggrahan yang airnya diperoleh dari Ciputat, Tangerang Selatan. Di sana PAM Jaya akan membuat intake untuk memasok air ke SPAM Pesanggrahan.
“Kami sudah beli lahan dan sedang melakukan proses DED (Detail Engineering Design atau detail gambar kerja) pembangunan di tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa jadi seperti halnya SPAM Ciliwung, itu kurang lebih 750 liter per detik,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya