Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dengan Kefir Susu, UIN Bandung dan Desa Cilembu Atasi Stunting
Minggu, 21 Juli 2019 22:33 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, melalui salah satu Tim PKM dosen 2019, melakukan sinergi pencegahan dan penanggulangan stunting dengan memanfaatkan kefir susu, di Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan dilakukan dari Juli hingga Sepetember 2019. Kegiatan ini bekerja sama dengan sejumlah stakeholders, antara lain Tim Satgas Penanggungan Stunting Desa Cilembu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kecamatan Pamulihan, Babinsa Desa Pamulihan, Bidan Desa Cilembu, Pengurus Kampung KB Desa Cilembu, serta Kader PKK dan Pos Yandu Desa Cilembu.
PKM ini berlangsung dalam lima tahapan, yakni sosialisasi, ToT kader pendamping, pelatihan pembuatan kefir susu, pendampingan pemanfaatan kefir susu, dan evaluasi. “Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan participation action research (PAR) sesuai dengan target dan bentuk kegiatan yang telah ditetapkan," ungkap Dedi Sulaeman, salah satu anggota tim pengabdi, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (21/7).
Baca juga : Pengamat: Kinerja Amran dan Susi Jadi Pembeda di Kabinet Sekarang
Kepala Pusat PKM LP2M UIN Bandung, Ramdani Wahyu Sururie, menjelaskan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Sumedang ini sebagai salah satu bentuk realisasi MoU antara UIN Bandung dengan Pemkab Sumedang. Kesempatan yang dimaksud ditandatangani pada 8 Maret 2019.
Dipilihnya Desa Cilembu karena di daerah ini banyak kasus stunting. "Prevalensi kasus stunting di Sumedang lebih tinggi dari nasional, sehingga penanganannya menjadi salah satu prioritas Pemkab Sumedang," ungkap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Gedung Negara. Sumedang memiliki 10 desa lokus stunting. Tiga di antaranya berlokasi di wilayah Kecamatan Pamulihan yaitu Desa Cijeruk, Cilembu, dan Mekarbakti.
Baca juga : Kemenhub Kaji Bangun Transportasi Sistem O-Bhan
Ketua Satgas Penanggunlangan Stunting Desa Cilembu sekaligus Sekdes Cilembu, Dian Nurdian, membeberkan bahwa saat ini di daerahnya tercatat 64 balita mengalami stunting yang tersebar di beberapa RW. Sedangkan laporan hasil penelitian stunting tahun 2018 menunjukkan angka pada kisaran 41,1 persen. "Kami berupaya melalui berbagai program yang telah dicanangkan pemerintah baik, pusat maupun daerah, termasuk melalui kegiatan pengabdian dari UIN Bandung, angka stunting di Cilembu bisa turun. Bila perlu hingga 20 persen," ucapnya.
Selain itu, melimpahnya sumber bahan baku kefir susu di Desa Cilembu, yakni susu sapi, sangat mendukung upaya intervensi gizi spesifik pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). "Setidaknya ada 9 dari 14 langkah intervensi gizi spesifik yang dapat dicapai melalui pemanfaatan kefir susu secara rutin baik bagi ibu hamil dan menyusui, maupun balita 7-24 bulan," jelas Ketua Pelaksana PKM, Neneng Windayani, di sela kegiatan sosialisasi dan refreshment Kampung KB Desa Cilembu, Jumat, (21/7).
Baca juga : Mentan Kawal Distribusi Bantuan Korban Banjir di Sultra
Neneng menambahkan, hingga saat ini, telah dilaksanakan ToT bagi kader 12 posyandu yang ada di Cilembu. Kegiatannya dilakukan secara offline dan online, memanfaatkan media sosial selama sepekan, sejak 15 hingga 22 Juli 2019. Hasil kegiatan ini diharapkan para kader posyandu terampil membuat kefir susu dan produk turunannya serta siap mendampingi keluarga sasaran penanggulangan stunting serta warga masyarakat Desa Cilembu. Ada pun tahapan kegiatan berikutnya direncanakan pada pekan pertama Agustus 2019. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya