Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kritik Banyak Janji Belum Tuntas

PDIP DKI: Anies Lengser Sisakan Banyak PR

Selasa, 4 Oktober 2022 16:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara peresmian program pembangunan rumah dengan DP 0 Rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8). Gubernur DKI Jakarta menjanjikan sebanyak 232.214 unit namun yang terealisasi baru 2.322 unit.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara peresmian program pembangunan rumah dengan DP 0 Rupiah di Klapa Village, Jakarta Timur, Sabtu (31/8). Gubernur DKI Jakarta menjanjikan sebanyak 232.214 unit namun yang terealisasi baru 2.322 unit.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo menyayangkan deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh Partai NasDem. Seharusnya, kata Rio, Anies fokus dulu menyelesaikan masa kerja tugas jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai 16 Oktober 2022.

Meski tidak menyalahi aturan, menurut Rio, seharusnya deklarasi itu dilakukan setelah 16 Oktober.

“Semacam harus menjaga tata krama politik sampai selesai masa jabatannya. Apalagi masih amat banyak tumpukan tugasnya yang jauh dari selesai,” kata Rio kepada RM.id, Selasa (4/10). 

Berita Terkait : Anies-Ganjar, Dengerin Tuh Omongan Jokowi

Di sisa masa jabatannya yang tinggal belasan hari ini, Rio berharap, Anies setidaknya menyelesaikan janji-janji kampanye yang sudah termanifestasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Apa yang kita suarakan adalah representasi dari suara warga terhadap pemenuhan penanganan masalah pembangunan. Seperti penanggulangan banjir, pemenuhan pemukiman rakyat, termasuk DP 0 Rupiah, Oke oce, reformasi kinerja birokrasi, pemenuhan air bersih dan lain-lain,” paparnya.

Rio bilang, selama lima tahun ini, capaian hasil kerja pembangunan tersebut jauh dari target. Dia pun menyimpulkan Anies gagal.

Berita Terkait : BPIP Kenalkan Pancasila Lewat Musik

“Jadi apa iya kalau memimpin ruang lingkup lebih luas secara nasional akan mampu? Kesediaannya menjadi capres menunjukkan anomali politik dalam dirinya,” ujarnya.

Rio membeberkan, janji DP 0 Rupiah (Rumah Milik) hanya berujung Rusunawa, Program Oke Oce yang kemudian beganti nama menjadi Jakpeneur dari target 200 ribu pengusaha baru nyatanya hanya terealisasi 1.064 atau cuma 0,3 persen.

“Normalisasi sungai 0 Km, mandeknya konsep pengelolaan sampah Jakarta (ITF), angka kemiskinan tertinggi dalam 10 tahun terakhir mencapai 4.27 persen di Tahun 2021. Belum lagi dominasi TGUPP, kisruhnya penetapan UMP bagi buruh, kontroversi Taman Ismail Marzuki (TIM), kemacetan, dan lain sebagainya,” tandasnya.