Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dorong Budaya Jalan Kaki

Anies Lengser, Revitalisasi Trotoar Harus Jalan Terus

Rabu, 5 Oktober 2022 07:30 WIB
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho. (Foto: Istimewa).
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Revitalisasi Trotoar harus dilanjutkan pengganti Anies Baswedan. Sebab, pembangunan tersebut terbukti meningkatkan pengguna kendaraan umum di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tahun ini telah menyelesaikan revitalitasi trotoar sepanjang 265 kilometer (km). Jumlah itu baru 10 persen dari target rencana induk pembangunan trotoar yang totalnya mencapai 2.600 km.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan, hingga akhir tahun 2022, pihaknya masih terus mengerjakan pembangunan trotoar. Setidaknya ada penambahan 35 km lagi sehingga tahun ini bisa mencapai 300 km.

Berita Terkait : PDIP DKI: Anies Lengser Sisakan Banyak PR

Hari menuturkan, revitalisasi trotoar mesti dikerjakan secara berkelanjutan. Walaupun masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria selesai, bukan berarti penataan trotoar berhenti.

“Semangat kita membangun Jakarta tidak berhenti pada masa atau periode jabatan gubernur, tapi berkembang sampai ke depan. Membangun trotoar itu adalah berkelanjutan,” kata Hari saat peluncuran buku Dokumentasi Revitalisasi Trotoar di DKI Jakarta di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Menurut Hari, pihaknya sudah mempunyai rencana induk untuk membangun trotoar di Ibu Kota. Di dalam membangun sudah ditetapkan mana skala prioritas, tahapan, dan urutannya.

Berita Terkait : Anies Berharap Revitalisasi TIM Mampu Dongkrak Level Kesenian Jakarta

“Prioritas utama membangun trotoar untuk mengintegrasikan TOD-TOD (Transit Oriented Development) di seluruh Jakarta,” ujarnya.

Hari mengungkapkan, berdasarkan analisa dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), revitalisasi trotoar di Jakarta memberikan pengaruh besar terhadap perubahan perilaku warga Jakarta. Perpindahan penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan umum meningkat 20 sampai 30 persen.

“Apalagi nanti setelah MRT Fase 2 dan LRT beroperasi, saya yakin pengguna kendaraan umum meningkat jauh,” yakinnya.

Berita Terkait : Sandiaga Ajak Grup Musik Karinding Tampil Di Jakarta

Hari membeberkan, ada sejumlah hambatan melakukan revitalisasi trotoar, salah satunya anggaran. Ia mencontohkan tahun 2020. Revitalisasi trotoar hanya 5-10 persen dari target akibat minimnya pendanaan. Dari rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1 triliun, hanya dialokasikan Rp 50 miliar. Sisanya Rp 950 miliar dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.
 Selanjutnya