Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bisa Jadi Daya Tarik Maskapai Kembali Beroperasi

Revitalisasi Bandara Halim Harus All Out

Minggu, 18 September 2022 07:30 WIB
Sejumlah petugas melintas di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Kamis (1/9/2022). Bandara Halim Perdanakusuma telah selesai direvitalisasi dan kembali melayani penerbangan komersil mulai 1 September 2022. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU).
Sejumlah petugas melintas di Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Kamis (1/9/2022). Bandara Halim Perdanakusuma telah selesai direvitalisasi dan kembali melayani penerbangan komersil mulai 1 September 2022. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah meyakini revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma mampu meningkatkan standar layanan dan operasional, dan menjadi daya tarik bagi maskapai.

Pengamat penerbangan yang juga Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjaji) Alvin Lie mengatakan, sejauh ini revitalisasi yang dilakukan Bandara Halim hanya pada sisi udara. Yaitu, pada landasan pacu, kemudian taxiway, dan apron (tempat parkir pesawat).

Sedangkan untuk fasilitas penumpang, seperti gedung terminal sama sekali belum ada perbaikan.

Berita Terkait : HNW Desak Kemenag Percepat Realisasi Penyaluran Dana Abadi Pesantren

“Ini sangat disayangkan. Karena gedung terminal Halim ini sudah sangat usang, sejak tahun 1980-an sampai sekarang belum ada perbaikan signifikan, termasuk fasilitas parkir,” ujar Alvin saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, dia berharap, stakeholder bersedia all out merevitalisasi bandara, termasuk fasilitas gedung terminal untuk penerbangan niaga. Juga tempat parkir dan transportasi sangat perlu perbaikan signifikan.

Mantan anggota DPR periode 2004-2009 ini mengatakan, Bandara Halim dibutuhkan sebagai penyangga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) agar penerbangan tak terlalu padat. Terutama fungsi Bandara Halim yang lebih banyak digunakan untuk pesawat carter.

Berita Terkait : Swasta Dan Nirlaba Dukung Kemendikbudristek Revitalisasi UKS Melalui Sekolah Sehat

Jadi, sebaiknya memang penerbangan pesawat yang melayani rute terjadwal hanya Batik Air dan Citilink, mengingat keterbatasan kapasitas Bandara Halim.

“Jangan lupa, Bandara Halim utamanya untuk pesawat TNI AU dan pergerakan kepala negara atau tamu negara. Sedangkan penumpang umum itu kepentingan ketiga,” ujar Alvin.

Dengan begitu, konsekuensinya yakni, penerbangan dari dan ke Bandara Halim rentan terganggu kegiatannya. Jadi, untuk penerbangan terjadwal harus dibatasi.

Berita Terkait : Sosialisasiin Yang Masif Dulu Deh

“Yang saya lihat pasca-renovasi, sepertinya Bandara Halim kembali seperti dulu. Dalam artian, tak terlalu banyak pergerakan pesawat komersialnya,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan ke Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (10/9).
 Selanjutnya