Dark/Light Mode

Lesehan Bareng Ratusan Pendemo Di Balaikota

Suara Anies Meninggi, Minta Dihormati Haknya

Jumat, 14 Oktober 2022 20:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lesehan bareng pendemo di pelataran Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (14/10). (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lesehan bareng pendemo di pelataran Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (14/10). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di hari kerja terakhirnya sebagai pemimpin Pemerintah Provinsi, DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria menemui pendemo di gerbang luar Balai Kota. Anies dan Riza bahkan lesehan bareng para pendemo yang menamakan dirinya Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (KOPAJA).

KOPAJA mendatangi Balai Kota DKI Jakarta untuk menyatakan Drop Out terhadap Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria. Sebab keduanya dianggap tidak mampu mewujudkan janji kampanyenya saat pemilihan Gubernur 2017 lalu.

Baca juga : Gubernur Anies Berbenah Barang Pribadi

Di hadapan pendemo, Anies mengaku akan mempelajari tuntutan mereka. Namun salah satu orator pendemo mendesak Anies untuk memberi kepastian sikap. Anies memberi penjelasan atas setiap pernyataan pendemo. Bahkan, Anies sempat menyatakan argumennya dengan nada tinggi.

“Setelah Anda sampaikan, saya dengarkan. Setelah saya dengarkan, Anda berikan dong hak yang logis untuk mengambil keputusan,” ujar Anies.

Baca juga : AHY Muda-Cerdas Begitu Kelihatan

Namun, jawaban Anies ini memancing pendemo untuk terus mendesaknya agar segera mengambil keputusan agar tidak ada lagi penggusuran di Jakarta.

Respon pendemo ini pun memancing suasana semakin memanas. Namun, Anies menyikapi itu dengan santai sambil meredam para pendemo. 

Baca juga : Suara Miring Ke Anies Bising Di Jagat Maya

"Pak, mohon jelaskan sikap politik bapak bagaimana. Maksudnya, sikap politik bapak bagaimana,” kata salah satu pendemo.

“Anda tidak bisa memaksa-maksa. Saya akan baca, saya pelajari. Saya tidak bisa diberikan deadline dua hari, satu hari. Anda ingin haknya dihormati, tapi Anda tidak menghormati hak orang lain. Ketika Anda diminta untuk menghormati hak orang lain, Anda tidak mau menghormati, bagaimana Anda bisa menjadi pejuang demokrasi,” sahut Anies dengan nada tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.