Dark/Light Mode

IKAALL Rekomendasikan Perbanyak TOD Di Kota Besar

Kamis, 3 November 2022 21:12 WIB
Pengurus IKAALL menyelenggarakan Munas 2022 untuk menentukan arah kebijakan transportasi nasional, di ‎Auditorium Giri S. Hadihardjono, PTDI-STTD, Bekasi, Kamis (3/11). (Foto: Ist)
Pengurus IKAALL menyelenggarakan Munas 2022 untuk menentukan arah kebijakan transportasi nasional, di ‎Auditorium Giri S. Hadihardjono, PTDI-STTD, Bekasi, Kamis (3/11). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Selain itu, IKAALL juga merekomendasikan revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ‎seperti pengujian terhadap mobil listrik.

Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, belum ada pengujian mobil listrik. Lalu, tipologi terminal. Tadinya dikenal tipologi terminal, yakni Tipe A, B, dan C,berdasarkan kewenangan. Harapannya, tidak lagi seperti itu.

"Ke depan tipologi terminal berdasarkan fungsi kawasan. Dulu, kita fokus terhadap car oriented development (COD) kita enggak di zaman itu lagi. Oleh karena itu, kita ubah menjadi transit oriented development (TOD), membentuk daerah yang adaptif terhadap transit kepada kendaraan umum massal, bukan adaptif terhadap kendaraan pribadi," ungkapnya.

Baca juga : Kemenag Siapkan Panduan Pembentukan Komunitas Eco-Masjid

IKAALL juga merekomendasikan pengaturan terhadap ojek online (ojol).

"Kami mengambil sikap setelah tim kami melakukan konsolidasi kepada pakar termasuk pakar hukum, pakar sosiologi, pakar tata negara karena transportasi ini multidisiplin ilmu, tidak bisa diselesaikan dengan ilmu transportasi sendiri," ucapnya.

Setelah berkonsultasi dengan pakar lintas bidang, mengerucut kepada satu hal yakni negara harus hadir dan mengatur persoalan dalam angkutan daring tersebut.

Baca juga : Kenali, 4 Gangguan Mental Terbanyak Pada Pria

"Kita juga harus bijak menyikapi ini, bagaimana nanti antara transit dengan angkutan umum tumbuh bersama, kemudian juga ojek online juga menjadi feeder transit, nanti kita atur. Kalau kita lihat manfaat dan mudaratnya, banyak manfaatnya ketika kita mengatur karena nanti aspek keselamatan bisa ditingkatkan," imbuhnya.

DKI Jakarta, kata dia, sudah mulai mencoba melaku‎kan pengaturan agar ojek online juga tidak boleh di jalur utama.

"Kenyataannya, sekarang dari stasiun ke rumah kita jalannya sempit. Apa yang bisa dilakukan? Menggunakan ojek online. Bagaimana ojek online tidak mengangkut orang dari Blok M sampai dengan Kota karena sudah ada bus Transjakarta, makanya Jakarta juga mengambil sikap untuk mengatur itu," tuturnya.

Baca juga : Kemenag: Peran Agama dan Tokoh Dukung Kemajuan Bangsa

Terkait dengan kemacetan, IKAALL juga tidak sependapat dengan membangun jalan sebanyak-banyaknya.

"Dulu Jakarta membangun JORR (Jakarta Outer Ring Road), tetapi tetap macet. Kita harus melakukan travel demand‎ management, yaitu mengubah yang tadinya kota adaptif dengan kendaraan pribadi, tetapi bagaimana kita ubah menjadi adaptif terhadap transit atau transportasi angkutan massal," tandasnya. 

Anggota IKAALL yang sudah menyebar ke semua lini pemangku kepentingan diharapkan dapat berkiprah aktif untuk membangun transportasi yang lebih baik lagi. ‎■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.