Dewan Pers

Dark/Light Mode

Angka Kematian Covid-19 Melonjak, Dinkes DKI Imbau Lansia Segera Booster Kedua

Selasa, 29 November 2022 11:31 WIB
Lansia di Jakarta menerima vaksin booster kedua. (Foto: Humas Kemenkes)
Lansia di Jakarta menerima vaksin booster kedua. (Foto: Humas Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga Senin (18/11) pukul 07.00 WIB, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat, baru 14 ribu lansia yang melaksanakan vaksin Covid-19 dosis keempat atau booster kedua. Dinkes DKI Jakarta pun meminta warga untuk berpartisipasi mendorong lansia di rumah atau di lingkungannya untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19 di lokasi vaksinasi terdekat. 

“Mudahnya bisa ke Puskesmas kecamatan atau kelurahan terdekat atau di lokasi yang ada di informasi Instagram Dinkes DKI,” kata Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, dr Ngabila Salama. 

Berita Terkait : Semua Bakal Disuntik Booster Kedua

Diungkap Ngabila, dari minggu ke minggu belakangan ini, tren kematian kasus positif di Jakarta dan case fatality rate terus meningkat. “55 orang meninggal dalam seminggu terakhir, 40 persen belum vaksin sama sekali, 10 persen baru dosis satu dan 30 persen baru dosis dua dan belum booster. 90 persen yang meninggal berusia 40 tahun ke atas,” bebernya.

Karena itu, dia mengingatkan, agar warga usia 40 tahun ke atas segera booster dosis ketiga dan lansia segera booster dosis keempat. Hal tersebut, lanjut dia, untuk mencegah kematian dan long Covid, jika terkena Covid. 

Berita Terkait : 1.373 Orang Meninggal Belum Terima Suntikan Booster

“Pelanggaran prokes (protokol kesehatan) bisa dianggap pelanggaran lalu lintas. Bisa terkena orang yang patuh dan tidak. Vaksinasi itu adalah helm kita untuk mencegah kematian. Mari vaksinasi lengkap untuk upaya bertahan hidup di era pandemi,” tegasnya. 

Dipastikan Ngabila, semua layanan vaksinasi gratis. Sudah disiapkan pemerintah. “Bisa untuk semua orang sesuai ketentuan apalagi komorbid berat ini sangat dianjurkan karena hampir semua yg meninggal memiliki komorbid berat,” ujarnya.

Berita Terkait : Hati-hati, Angka Kematian Covid RI Terus Nanjak, Lebih Tinggi Dari Korsel Dan Singapura

Menurut dia, orang dengan komorbid berat yang justru harus pertama kali divaksin. “Tidak ada alasan lagi untuk tidak vaksin. Masalahnya mau atau tidak mau. Semua merek vaksin aman sehat bermanfaat dan berkualitas,” tegasnya.