Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
“Orang yang tidak mendapat imunisasi lengkap dan boosternya berpotensi menjadi sakit PD3I (Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi),” ujarnya.
Berikut imunisasi gratis dari pemerintah sesuai usia untuk mencegah penyakit: 0 bulan: hepatitis B 1 bulan: TBC, polio tetes 2 bulan: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, hemofilus influenzae tipe B, pcv (pneumonia), polio tetes 3 bulan: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B.
Baca juga : Lestari Ajak Lembaga Pendidikan Bangun Kesadaran Toleransi
hemofilus influenza tipe B, PCV (pneumonia), polio tetes 4 bulan: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, hemofilus influenza tipe B, polio tetes dan suntik 9 bulan: campak, rubella, polio suntik 12 bulan:
PCV 18 bulan: campak, rubella, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, hemofilus influenza tipe B Kelas 1 SD: campak, rubella, difteri, tetanus Kelas 2 SD: tetanus, difteri Kelas 5 SD: tetanus, difteri, khusus HPV hanya untuk anak wanita Kelas 6 SD: khusus HPV hanya untuk anak wanita Wanita usia subur 15-39 tahun: Tetanus, difteri.
Baca juga : Dinkes DKI: Covid-19 di Jakarta Sangat Terkendali, Terus Lengkapi Vaksinasi
“Jadi minimal ada 11 penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin gratis dari pemerintah. Di provinsi tertentu sudah diberikan gratis juga imunisasi japanese encephalitis dan rotaviru,” jelasnya.
Untuk diketahui, difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan.
Baca juga : Hadiri HUT ke-2 Dewa United, Bamsoet Dorong Pengembangan Olahraga Sebagai Industri
Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Beberapa pasien juga mengalami infeksi kulit. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya