Dark/Light Mode

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

PAM Jaya Kudu Perbanyak Bangun Reservoir Komunal

Rabu, 21 Juni 2023 07:30 WIB
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. (Foto: Facebook Wa Ode Herlina S.I. Kom)
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina. (Foto: Facebook Wa Ode Herlina S.I. Kom)

 Sebelumnya 
“Model seperti inilah yang kami konversi, sehingga tidak ada lagi gerobak air. Reser­voir ini kapasitasnya 50 kubik. Jumlah sasarannya 633 rumah, dengan 3.000-an jiwa di dalam­nya,” terang Arief.

Arief menjelaskan, gangguan suplai air di wilayah Duri Ko­sambi selama beberapa bulan terakhir disebabkan kurangnya tekanan suplai air dan pening­katan kebutuhan air bersih di masyarakat.

Hal itu membuat tekanan air di dekat pusat distribusi men­jadi tinggi, dan di permukiman yang jauh dari pusat distribusi mengalami tekanan air yang melemah.

“Dengan reservoir komunal, masalah tersebut dapat teratasi,” ucapnya.

Baca juga : BI: Penyaluran Kredit Baru Perbankan Mei Terindikasi Naik

Menurut Arief, reservoir komunal merupakan inovasi sederhana PAM Jaya, yakni bak penampungan berskala besar yang dibangun di wilayah dengan suplai dan tekanan air rendah.

Sederhananya, reservoir komunal berfungsi untuk menam­pung air pada jam saat air tidak banyak digunakan. Kemudian, tampungan air tersebut didorong oleh pompa ke rumah warga.

Saat ini, pihaknya akan mem­bangun sembilan reservoir ko­munal di wilayah low supply. Yakni Marunda Kepu, Jalan Cilincing Huk Cacing, Jalan Raya STIP Marunda Makmur. Waduk Pluit-Jalan Muara Baru Penjaringan, Tamansari. Gombol Paya-Kalideres, Semanan, Duri Kosambi dan Kebon Kosong.

Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengapresiasi PAM Jaya yang telah menghadirkan reservoir komunal.

Baca juga : GKP Tegaskan Perusahaan Jaga Lingkungan Di Wawonii

Dia mengatakan, saat ini war­ga sudah dapat merasakan man­faat hadirnya reservoir komunal dengan mulai tersedianya suplai air di wilayahnya.

Menurutnya, harga air perpi­paan yang lebih murah dibandingkan air jerigen, membuat warga Jakarta bisa menghemat pengeluaran.

“Air jerigen, rata-rata dijual Rp 5.000 per 20 liter. Sedangkan tarif air perpipaan untuk kategori rumah tangga sederhana berkisar Rp 1.050 hingga Rp 3.500 per Rp 1.000 liter,” ucap Nasruddin.

Artinya, lanjut Nasruddin, warga yang mendapatkan akses air perpipaan dapat menghemat pengeluaran yang bisa dialih­kan untuk peningkatan kuali­tas hidup, seperti misalnya, pendidikan.

Baca juga : Mulai 5 Agustus, Vietjet Air Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta - Ho Chi Minh

Dia pun berpesan, agar warga menjaga fasilitas tersebut.

“Gunakan air bersih dengan bijak sesuai kebutuhan,” im­baunya, menyampaikan pesan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.