Dark/Light Mode

Banyak Orang Miskin Tinggal Di Kolong Jembatan

Ironis, Kelas Menengah Huni Rusunawa Subsidi

Kamis, 13 Juli 2023 07:30 WIB
Galeri huni Jak Habitat di Taman Martha Tiahahu Blok M, Jakarta. Galeri ini merupakan Pusat Integrasi Pemasaran Aset/Properti JAK HABITAT seperti Hunian DP Nol Rupiah, Hunian Terjangkau TOD (Kawasan Berorientasi Transit), Rusunawa dan Permukiman lainnya. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)
Galeri huni Jak Habitat di Taman Martha Tiahahu Blok M, Jakarta. Galeri ini merupakan Pusat Integrasi Pemasaran Aset/Properti JAK HABITAT seperti Hunian DP Nol Rupiah, Hunian Terjangkau TOD (Kawasan Berorientasi Transit), Rusunawa dan Permukiman lainnya. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mesti lebih ketat dalam menyewakan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) bersubsidi. Sebab, hunian tersebut banyak yang ditempati kalangan menengah ke atas. Sementara, masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tinggal di tempat tidak layak seperti kolong jembatan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi D Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ida Mahmudah. Menurut politisi PDI Perjuangan ini, masih banyak warga miskin ber-KTP DKI Jakarta belum ter­tampung di Rusunawa. Mereka tinggal di rumah yang sangat tak layak huni.

“Seperti di Kapuk Muara, mereka tinggal di lahan bukan milik mereka. Dan, di bawah rumah itu, banyak sampah, sangat tidak layak. Lalu, ada juga tinggal di kolong tol,” ungkap Ida saat rapat dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta di Gedung DPRD Jakarta, Selasa (11/7).

Baca juga : Ini Kronologis Penangkapan Bupati Meranti Muhammad Adil

Ida mengungkapkan, banyak warga yang mengadukan kesulitan mendapatkan unit Rusunawa. Padahal berdasarkan data Dinas PRKP, masih ada 5.000 unit lebih Rusunawa yang kosong.

Soal indikasi kelompok kelas menengah atas tempati Rusu­nawa, Ida menyebut Ketua Ru­kun Warga (RW) di Rusunawa Penjaringan.

“Dia pengusaha loh. Tam­pangnya bos, dan ternyata dia memang bos,” ujarnya.

Baca juga : Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif Meninggal Dunia Setelah Di Rawat Di RS

Hal itu, lanjut Ida, memberi­kan gambaran bahwa program Rusunawa tidak tepat sasaran. “Pemprov DKI Jakarta harus memperketat calon penghuni Rusunawa,” pintanya.

Permintaan senada disampai­kan Anggota Komisi D, Husen. Dia berharap Pemprov DKI mem­perketat seleksi calon penghuni Rusunawa agar tepat sasaran.

“Ini kok ada penghuni punya motor dan mobil bisa masuk Rusunawa? Kenapa bisa begini?” cecar Husen.

Baca juga : Nama Erick Paling Berkibar Di PPP, Cocok Buat Capres, Oke Juga Buat Cawapres

Anggota Fraksi PAN ini meminta, Pemprov DKI meningkatkan pengawasan.

Husen juga mempersoalkan se­jumlah Rusunawa yang kondisinya kini memprihatinkan. Salah satunya, Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. Diungkapkannya, fasilitas di Rusunawa tersebut su­dah bobrok seperti kamar mandi yang tidak ada pintunya dan mushola yang tidak layak.

“Rusunawa kayak di hutan be­lantara. Jelek banget,” cetusnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.