Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Namun, hal ini masih jauh dari target Pemprov DKI, yaitu Jakarta dengan target yaitu nol persen untuk angka prevalensi stunting,” kata Muhammad Idris saat membacakan Pandangan Umum Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta dalam rapat membahas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/7).
Untuk itu, dia meminta Pemprov DKI mencontoh Pemkot Surabaya yang dinilai berhasil dalam penanganan stunting. Pada 2021 tercatat 28,9 persen prevalensi stunting di Kota Surabaya, dan pada 2022 turun drastis menjadi 4,8 persen.
“Hal ini seharusnya menjadi catatan penting Pemprov DKI Jakarta dalam hal manajemen pelayanan bagi warga Jakarta yang dilakukan secara pentahelix dan terstruktur serta tepat guna,” tandasnya.
Baca juga : Sah, Koulibaly Merumput Di Arab Saudi
Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth mengatakan, stunting tidak boleh dianggap remeh. Sebab dampak stunting sangat signifikan. Tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh ke perkembangan intelegensi anak-anak.
Karena itu, dia meminta setiap Pemerintah Kota agar lebih peka dan sensitif terhadap kondisi masyarakat di wilayahnya. Menurut Kent, penanggulangan stunting harus menjadi perhatian khusus setiap Pemerintah Kota di DKI Jakarta.
Kent menjelaskan, dari temuannya di lapangan, diketahui jika faktor penyebab stunting bukan hanya soal asupan nutrisi. Tapi, kurangnya kesadaran dari orangtua dalam menjaga kebersihan dan sanitasi.
Baca juga : Sah, Kepala BPK Bali Jadi Sekda DKI Jakarta
“Seharusnya Pemkot paham permasalahan ini. Masyarakat harus mendapatkan edukasi pengetahuan terhadap kebersihan dan sanitasi yang layak, yang belum mempunyai MCK, harus diakomodir dan dibuatkan,” kata Kent.
Politisi PDIP ini minta Pemkot dan Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi program pengentasan stunting. Selain memberikan bantuan makanan bergizi, juga harus fokus di program pencegahan dini.
“Program pencegahan dini berupa sosialisasi ini akan menghabiskan anggaran lebih sedikit, jika dibandingkan dengan program pemberian bantuan stunting,” tegasnya.
Baca juga : Jelang Piala Dunia, Racikan STY Bakal Diuji Di Turnamen Mini
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 26/7/2023 dengan judul Duh, 36 Ribu Balita Di DKI Kurang Gizi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya