Dark/Light Mode

Duh, 36 Ribu Balita Di DKI Kurang Gizi

Rabu, 26 Juli 2023 07:30 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kedua kanan) saat memberikan keterangan pers mengenai pengentasan stunting, di Jakarta, Senin (24/7). (Foto: Ist)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kedua kanan) saat memberikan keterangan pers mengenai pengentasan stunting, di Jakarta, Senin (24/7). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
“Namun, hal ini masih jauh dari target Pemprov DKI, yaitu Jakarta dengan target yaitu nol persen untuk angka prevalensi stunting,” kata Muhammad Idris saat mem­bacakan Pandangan Umum Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta dalam rapat membahas Pertang­gungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/7).

Untuk itu, dia meminta Pem­prov DKI mencontoh Pemkot Surabaya yang dinilai berhasil dalam penanganan stunting. Pada 2021 tercatat 28,9 persen prevalensi stunting di Kota Surabaya, dan pada 2022 turun drastis menjadi 4,8 persen.

“Hal ini seharusnya menjadi catatan penting Pemprov DKI Jakarta dalam hal manajemen pelayanan bagi warga Jakarta yang dilakukan secara penta­helix dan terstruktur serta tepat guna,” tandasnya.

Baca juga : Sah, Koulibaly Merumput Di Arab Saudi

Anggota DPRD DKI Hardiyan­to Kenneth mengatakan, stunting tidak boleh dianggap remeh. Sebab dampak stunting sangat signifikan. Tidak hanya meng­ganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh ke perkembangan intelegensi anak-anak.

Karena itu, dia meminta setiap Pemerintah Kota agar lebih peka dan sensitif terhadap kon­disi masyarakat di wilayahnya. Menurut Kent, penanggulangan stunting harus menjadi perhatian khusus setiap Pemerintah Kota di DKI Jakarta.

Kent menjelaskan, dari temuannya di lapangan, diketahui jika faktor penyebab stunting bukan hanya soal asupan nutrisi. Tapi, kurangnya kesadaran dari orang­tua dalam menjaga kebersihan dan sanitasi.

Baca juga : Sah, Kepala BPK Bali Jadi Sekda DKI Jakarta

“Seharusnya Pemkot paham permasalahan ini. Masyarakat harus mendapatkan edukasi pengetahuan terhadap kebersihan dan sanitasi yang layak, yang belum mempunyai MCK, harus diakomodir dan dibuatkan,” kata Kent.

Politisi PDIP ini minta Pem­kot dan Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi program pengentasan stunting. Selain memberikan bantuan makanan bergizi, juga harus fokus di program pencegahan dini.

“Program pencegahan dini berupa sosialisasi ini akan menghabiskan anggaran lebih sedikit, jika dibandingkan dengan program pemberian bantuan stunting,” tegasnya.

Baca juga : Jelang Piala Dunia, Racikan STY Bakal Diuji Di Turnamen Mini

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 26/7/2023 dengan judul Duh, 36 Ribu Balita Di DKI Kurang Gizi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.