Dark/Light Mode

Udara Ibu Kota Terburuk Di Dunia

Polisi, Satpol PP, Dishub Rawan Terinfeksi ISPA

Selasa, 15 Agustus 2023 07:30 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: Facebook Prasetyo Edi Marsudi)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: Facebook Prasetyo Edi Marsudi)

 Sebelumnya 
“Pencemaran udara dan debu ada korelasinya. Artinya, faktor debu memberikan kontribusi terhadap indeks kualitas udara di Jakarta,” kata Sigit saat me­dia briefing di Kantor KLHK, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).

Sigit meminta, rujukan untuk mengukur kualitas udara tidak hanya IQ Air, namun sumber informasi lainnya.

Dia menyoroti soal metodologi pengukuran kualitas udara di perkotaan. Menurut Sigit, sensor pengukuran kualitas di udara semestinya tidak boleh terpengaruh dengan gedung-gedung dan pohon-pohon yang berada di sekitarnya. Dijelaskan­nya, keadaan sensor pengukuran yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan salah data akibat street canyon. Street canyon ada­lah kondisi di mana angin hanya berputar di sekitar gedung-gedung yang ada di perkotaan.

Baca juga : Waspada, Anak Rawan Terserang Batuk Pilek

“Angin tidak bergerak ke mana-mana, ini yang disebut dengan pencemaran dari apitan gedung, yang meningkat sekian kali dari base-nya,” jelas Sigit.

Kondisi tersebut, papar Sigit, diperparah dengan efek kendaraan bermotor yang menyum­bang emisi. Sehingga konsen­trasi pencemaran udara bisa meningkat 10 kali lipat.

“Itulah kenapa di Jakarta terjadi konsentrasi yang cukup tinggi karena ada fenomena street canyon tadi,” ucap dia.

Baca juga : Intip Yuk! 6 Kota Tertua di Dunia, Berikut Sejarah dan Keajaibannya

Untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, KLHK telah mem­berikan delapan rekomendasi. Yakni, pengadaan kendaraan operasional listrik, pengetatan standar emisi menjadi Euro 4, pengadaan bus listrik Transja­karta, uji emisi, peralihan dari angkutan pribadi ke angkutan umum, konversi ke kompor listrik, pengendalian debu dari konstruksi dan larangan pemba­karan sampah terbuka.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tidak menampik kualitas udara Jakarta semakin memburuk. Ditegaskannya, pihaknya sudah berupaya keras untuk menangani masalah tersebut.

“Pemda DKI sudah maksimum ya. Tapi ini nggak bisa (ditangani sendiri). Harus semua (Pemerin­tah Daerah) Jabodetabek sama-sama menekan polusi,” kata Heru di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.