Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bersama Pemerintah dan NKRI, Porkap Yakin Damaikan Papua

Jumat, 20 September 2019 21:15 WIB
Lenis Kagoya staf khusus Presiden untuk Papua dan Methodeus Kossay Tokoh muda Papua saat disikusi di UI Salemba, Jakarta, Kemarin. (Foto: Wuryanto/Rakyat Merdeka).
Lenis Kagoya staf khusus Presiden untuk Papua dan Methodeus Kossay Tokoh muda Papua saat disikusi di UI Salemba, Jakarta, Kemarin. (Foto: Wuryanto/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan Tokoh dan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Anak Papua (Forkap)mendeklarasikan Persatuan Untuk Keutuhan Negara Kesatuan Republik (NKRI), yang diadakan di Jakarta, Kamis (19/9).

Dalam Deklarasi tersebut Forkap dengan Ketua Umum nya Semmy Jenggu beserta anggota, menyatakan dengan penuh kesadaran masyarakat Papua terpanggil dalam deklarasi persatuan demi keutuhan bangsa.

“Kami menyatakan, pertama, kami akan setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945, Kedua, Kami pemuda papua siap menjaga keutuhan NKRI di tanah papua.

Ketiga, Kami bersama-sama Komitmen menjaga stabilitas keaman, dan kedamain dalam berkehidupan bermasyarakat serta tetap menjaga kebinekaan di tanah Papua dan seluruh wilayah NKRI.

Keempat Kami mengajak semua masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, baik oknum dan kelompok yang ingin memecah belah persaudaran sebangsa dan setanah air.

"Dan kelima, Kami mendukung upaya pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang ada dan terjadi di papua,” ucap Semmy Jenggu diikuti anggota Forkap.

Berita Terkait : Kerek Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Sederhanakan Perizinan Dan Regulasi

Ketum Forkap Semmy Jenggu mengatakan, untuk perdamaian di bumi Papua, diperlukan sentuhan hati oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), terutama di daerah terpencil di Papua.

Pasca kerusuhan di Papua menurut Semmy, Presiden Jokowi dengan menteri-menterinya datang ke Papua mendengarkan secara langsung murni aspirasi masyarakat Papua.

“Apalagi Pak Presiden Jokowi mempunyai kepedulian yang besar kepada Papua, seperti pada 2014 lalu pernah berkunjung ke Papua, padahal ada bendera-bendera Kejora yang berkibar dan di sana banyak pemberontak, tapi aman waktu itu, karena memang ada sentuhan hati dari Pak Jokowi kepada masyarakat Papua,” ungkap Semmy.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan, yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri yang menciptakan stabilitas kondisi yang di Papua tetap kondusif dan membantu masyarakat Papua yang membutuhkan bantuan.

Bagi mereka, prajurit TNI yang menjadi guru bagi siswa sekolah di daerah terpencil demi masa depan anak Papua dan juga melakukan pembangunan fisik, seperti antara lain TNI bersama masyarakat Papua membangun jembatan.

Terkait Otonomi Khusus (Otsus), menurut Semmy, perlu ada pengawasan dan NGO atau LSM yang ikut mengawasi anggaran Otsus yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Papua, agar anggaran Otsus berjalan sesuai dengan peraturan yang ada.

Berita Terkait : KNPI Desak Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Sehari sebelumnya, juga berlangsung kegiatan serupa di Universitas Indonesia (UI), diskusi publik dengan tema, "Damai Papua Untuk Keutuhan NKRI" di Gedung IASTH, UI, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, kemarin.

Bertindak selaku narasumber, yaitu Lenis Kogoya ( Staf Khusus Presiden untuk Papua), dan Methodius Kossay (Tokoh Pemuda Papua).

Lenis Kogoya mengatakan, pemerintah benar-benar ingin membangun wilayah Papua untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Dalam hal ini, pemerintah telah memberikan Otsus Papua,” ujarnya.

Selain itu, Otsus Papua juga memberikan kewenangan terkait hak politik, dan fungsi adat.

“Seharusnya dengan kewenangan yang besar, terutama dalam fungsi adat Papua bisa menjadi maju dan damai,” imbuhnya.

Berita Terkait : Bamsoet Buka Pameran dan Lomba Burung Berkicau di DPR

Untuk memaksimalkan implementasi UU Otsus Papua tersebut, menurut Lenis perlu adanya kontrol dari pemerintah pusat.

“Jika Otsus Papua pelaksanaanya baik, maka kesejahteraan masyarakat Papua akan meningkat dan bisa menyelesaikan masalah Papua dalam kerangka NKRI,” tutupnya.

Dialog menurutnya, dimaksudkan untuk menyelesaikan akar permasalahan di Papua. “Untuk selanjutnya dicarikan solusi yang tepat dalam menyelesaikan permasalahan di Papua,” harapnya. [WUR]

Tags :