Dark/Light Mode

74,7 Persen Akibat Korsleting Listrik

Ngeri, Si Jago Merah Ngamuk 4 Kali Sehari

Jumat, 22 September 2023 07:30 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji bersama seorang petugas PLN sedang memeriksa instalasi listrik sebuah rumah di Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (21/9/2023). (Foto: Antara)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji bersama seorang petugas PLN sedang memeriksa instalasi listrik sebuah rumah di Kelurahan Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (21/9/2023). (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi Ke­bencanaan BPBD DKI Jakarta Michael Oktavians menuturkan, selama 2020-2022, kebakaran paling banyak terjadi di 6 kelu­rahan. Yakni, Cengkareng Timur sebanyak 26 kali, Kapuk sebanyak 24 kali, Sunter Agung se­banyak 21, Kalideres sebanyak 20 kali, Penjaringan sebanyak 20 kali dan Pulogebang 19 kali.

Sebanyak 74,7 persen keba­karan terjadi akibat korsleting listrik. Sisanya, akibat per­masalahan gas atau kompor 11,6 persen, dan pembakaran sampah atau lilin 14,3 persen.

Baca juga : Diduga Akibat Konsleting Listrik, 4 Rumah Di Cipinang Besar Ludes Terbakar

“Korsleting listrik ini biasanya disebabkan karena banyak perangkat elektronik yang di­colokkan dalam satu colokan,” ungkapnya.

Untuk itu, BPBD DKI akan melakukan program Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) atau bedah listrik untuk mengurangi risiko kebakaran. Terutama di 6 kelurahan dengan jumlah kebakaran tertinggi yang telah disebut di atas, ditambah 4 kelurahan lain yakni Kelurahan Pejagalan, Tegal Alur, Pondok Bambu dan Cilincing.

Baca juga : Panas Ekstrem Memicu Si Jago Merah Ngamuk

“Kita nanti akan melakukan bedah listrik. Kita lihat instalasi listrik di enam kelurahan merah-merah ini,” kata Michael.

Bedah listrik ini akan dilaku­kan pihaknya bersama Dinas Gulkarmat, PLN dan kelurahan dalam pengecekan tersebut.

Baca juga : Atasi Segala Hambatan, Srikandi PLN Salurkan Listrik Ke Daerah 3T Di Sulawesi

Pihaknya akan mengajak para petugas kelistrikan yang sudah tersertifikasi dan masuk ke dalam Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indone­sia (AKLI). Perusahaan swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) juga akan dilibatkan untuk mendukung program ini.

“Kita akan cek instalasi listrik apakah sesuai atau tidak, tepat atau tidak, dan apakah akan menurunkan potensi kebakaran atau tidak. Ini akan dilakukan bulan Septem­ber dan Oktober,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.