Dark/Light Mode

20 Awak Redaksi Rakyat Merdeka Jajal Kereta Cepat Whoosh

Kopi Di Gelas Masih Panas, Eh, Sudah Nyampe Bandung

Minggu, 1 Oktober 2023 07:40 WIB
Warga berfoto dan mengambil gambar saat mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) alis KCIC alias Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal (WHOOSH), secata gratis pada masa ujicoba, dari Stasiun Halim Jakarta menuju Stasiun Tegalluar, Bandung (30/9/2023).  (Foto: Tedy Octariawan kroen/RM)
Warga berfoto dan mengambil gambar saat mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) alis KCIC alias Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Handal (WHOOSH), secata gratis pada masa ujicoba, dari Stasiun Halim Jakarta menuju Stasiun Tegalluar, Bandung (30/9/2023). (Foto: Tedy Octariawan kroen/RM)

 Sebelumnya 
Penumpang yang ikut uji coba saat itu sekitar 600 penumpang. Meski begitu, tak terasa crowded. Para petugas dengan sigap menyambut dan mengarahkan para calon penumpang. Sepuluh menit sebelum pukul 2 siang, para penumpang sudah duduk manis di kursinya masing-masing.

Kereta Whoosh memiliki delapan gerbong yang terdiri dari tiga kelas, yaitu first class di gerbong satu dan delapan, bisnis di gerbong tujuh, dan sisanya adalah kelas ekonomi premium. Sebagian dari kami duduk di kelas ekonomi premium. Beberapa lagi duduk di first class. Kelas ekonomi premium memiliki 55 kursi dengan susunan 3-2. Duduk di gerbong terasa nyaman dan empuk. Ruang kakinya pun lega. Semua kursi di setiap kelas bisa diputar berhadapan.

Baca juga : KAI Kawal Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Toilet yang ada di persambungan gerbong, juga bukan kaleng-kaleng. Fasilitasnya setara dengan toilet di pesawat. Ada WC duduk, wastafel dan keran air. Sehabis dipakai, cukup tekan tombol ‘plush’ maka air di WC, langsung terbuang.

Interior kereta sendiri tampak minimalis modern. Di ujung tiap gerbong terdapat papan penunjuk kecepatan atas speedometer. Tepat pukul 2 siang, kereta berangkat. Suara riuh rendah bernada kegembiraan langsung terdengar. Kereta melaju dengan kecepatan awal 30 sampai 40 kilometer perjam. Delapan menit kemudian, kereta sudah dalam berada dalam top speed yaitu 350 kilometer perjam.

Baca juga : Cerita Erick Jajal Kereta Cepat: Berangkat Pagi, Eh Sampai Bandung Masih Pagi

Meski melaju dalam kecepatan setara pesawat ini, kereta berjalan sangat mulus dan stabil. Tidak terdengar suara gesekan roda kereta seperti naik kereta api biasa. Beberapa penumpang mencoba membuktikan dengan mendirikan koin di sandaran tangan kursi. Benar saja. Koin berdiri tak jatuh.

Dengan kecepatan ini, Stasiun Padalarang bisa ditempuh hanya dalam waktu 28 menit. Sementara stasiun Tegalluar yang berjarak sekitar 142 kilometer ditempuh dalam waktu 46 menit.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.