Dark/Light Mode

Ada Kesalahan SOP Di Proyek Sodetan Ciliwung

Duh, Sebanyak 54 RT Di Jakarta Kebanjiran

Sabtu, 11 November 2023 07:30 WIB
Petugas Dinas Sumber Daya Air mengoperasikan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur di Sungai Ciliwung, Bidara Cina, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2023). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 240 alat berat untuk mengeruk sungai di Ibu Kota sebagai antisipasi banjir saat musim hujan. (ANTARA FOTO/Harianto/sgd/rwa).
Petugas Dinas Sumber Daya Air mengoperasikan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur di Sungai Ciliwung, Bidara Cina, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2023). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 240 alat berat untuk mengeruk sungai di Ibu Kota sebagai antisipasi banjir saat musim hujan. (ANTARA FOTO/Harianto/sgd/rwa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sodetan kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur belum bekerja sesuai harapan. Hujan yang turun pada Sabtu (4/11/2023), masih menyebabkan 54 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta kebanjiran. Puluhan RT tersebut tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Padahal, sebagian dari RT tersebut diproyeksikan bebas dari banjir akibat tumpahan kali Ciliwung. Namun nyatanya, 5 RT di Bidara Cina mengalami banjir dengan ketinggian 40-120 centimeter (cm).

Begitu juga di Kampung Me­layu, 27 RT mengalami banjir dengan ketinggian 30-175 cm. Pe­nyebab banjir di kedua kelurahan tersebut akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.

Baca juga : Kulineran Di Pasar Badung Bali, Ganjar Pranowo Diserbu Warga Dan Pedagang

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berkilah, banjir terjadi karena terdapat kesalahan Standard Operating Procedure (SOP) Sodetan Ciliwung.

Heru bilang, seharusnya air langsung mengalir ke Sodetan Ciliwung tanpa harus menunggu kondisi tertentu.

“SOP-nya mau diperbaiki. Kalau bisa, begitu mengalir ke Kali Ciliwung itu masuk dulu ke sodetan. Kalau selama ini kan tunggu posisi tertentu baru dia mengalir,” ujar Heru, Selasa (7/11/2023).

Baca juga : Meriahnya Program Bugar Ceria Dari Relawan Kowarteg Ganjar Di Jakarta Barat

Karena itu, pihaknya bakal memperbaiki SOP Sodetan Ci­liwung agar tidak terjadi banjir lagi. Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) bersama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sedang berkoordinasi terkait perubahan SOP tersebut.

“Saya minta langsung kebagi dua saja, sehingga di Bidara Cina tidak seperti kemarin,” kata Heru.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Ja­karta Dwi Rio Sambodo menga­takan, masih banjirnya wilayah yang seharusnya terdampak proyek Sodetan Ciliwung, mem­buktikan upaya penanganan banjir harus digenjot lagi.

Baca juga : Duh, Gaji 14 Ribu Nakes Jakarta Di Bawah UMR

“Artinya, upaya penanggu­langan banjir belum dapat dika­takan siap, apalagi maksimal,” kata Rio.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.