Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kasusnya Melonjak Lagi Di Ibu Kota
Tangkis Covid-19, Yuk Vaksin Booster Ketiga
Selasa, 19 Desember 2023 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota melakukan vaksinasi booster Covid-19 ketiga. Langkah itu untuk meningkatkan antibodi agar tidak tertular virus tersebut yang belakangan ini kasusnya melonjak.
Kepala Seksi Surveilans Epidemiolog dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, rata-rata kasus positif Covid-19 di Jakarta minggu ini sekitar 200 per hari. Pemakaian tempat tidur rumah sakit sekitar 5 persen dari total tempat tidur yang disediakan atau sekitar 50-60 pasien yang sedang di rawat inap.
“Kondisi masih sangat terkendali. 90 persen kasus positif adalah OTG (orang tanpa gejala) dan bergejala ringan. Sehingga dengan isoman (isolasi mandiri) 3-5 hari di rumah akan sembuh,” kata Ngabila, Minggu (17/12/2023).
Baca juga : Kasus Covid Melonjak, Malaysia Tak Terapkan Lockdown
Ngabila mengungkapkan, semua layanan vaksinasi DKI Jakarta siap memberikan vaksinasi booster Covid-19 ketiga atau dosis kelima. Layanan ini berlaku untuk seluruh warga pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia usia 18 tahun ke atas dan gratis. Jarak dosis keempat ke dosis kelima ini minimal 6 bulan.
Ngabila menyebut, layanan vaksinasi dosis kelima di Jakarta sudah mulai dilakukan. Salah satunya di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Minggu (17/12/2023). Kegiatan yang digelar pukul 07.00-10.00 WIB itu, memberi vaksinasi kepada 143 orang. Rinciannya, dosis 1 sebanyak 1 orang, dosis 3 sebanyak 20 orang, dosis 4 sebanyak 70 orang dan dosis 5 sebanyak 52 orang.
Penyuntikan booster ketiga ini diprioritaskan untuk pegawai fasilitas kesehatan (faskes), keluarga pegawai, aparat TNI/Polri dan instansi pelayan publik/swasta yang bersurat resmi meminta vaksinasi.
Baca juga : Kasus Covid-19 RI Naik 80 Persen, Lengkapi Vaksinasi Booster Dan Tunda Ke LN!
“Kemenkes akan segera mengeluarkan regulasi dosis lima untuk usia 18 dan membuka Pcare-nya (aplikasi pencatatan vaksinasi Covid-19),” ujarnya.
Namun, Ngabila mengungkapkan, fokus Pemerintah saat ini adalah melindungi kelompok rentan dengan melengkapi vaksinasi kelima dan deteksi dini. Dipastikannya, vaksinasi terbukti sangat efektif untuk mencegah keparahan dan kematian akibat Covid-19, terutama untuk kelompok berisiko tinggi meninggal.
Yakni, pra lansia usia 50 tahun lebih, belum lengkap vaksinasi, komorbid hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung dan ginjal, kanker, TBC, HIV dan imunodefisiensi lainnya.
Baca juga : Pesta Rakyat Ganjar Pranowo Di Kota Padang Diserbu Ribuan Warga
“Kelompok ini prioritas untuk menerima vaksin,” ucap Ngabila.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya