Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Setahun Menderita Karena Terjerat Kabel FO
Keluarga Sultan Masih Menanti Itikad Baik PT BTS
Jumat, 5 Januari 2024 13:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari ini, setahun yang lalu, Sultan Rifat Alfatih, terjerat kabel fiber optik (FO) milik PT. Bali Towerindo Sentra, Tbk. Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini terjerat kabel fiber optik saat melintas di Jalan Raya Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
Baca juga : Cacat Permanen Akibat Terjerat Kabel Optik, Sultan Optimis Jalani Hidup BaruÂ
Sejak itu Sultan harus berjuang untuk memulihkan kesehatannya. Dia menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, RSCM, dan RS Polri Kramat Jati selama hampir satu tahun penuh. Sultan akhirnya dinyatakan sehat oleh tim dokter RS Polri Kramat Jati pada 12 Desember 2023.
Baca juga : Cetak Anak Muda Berkualitas, Bang Zaki Siap Wadahi Kegiatan Olahraga Di Jakarta
Meski demikian, Sultan harus menghadapi keterbatasan yang memengaruhi kehidupannya sehari-hari. Sultan kini harus bernapas lewat lubang buatan di lehernya. Dia juga kehilangan kemampuan berbicara normal karena pita suaranya telah diangkat serta tidak memiliki fungsi penciuman lagi.
"Anak saya mengalami kerusakan parah pada tulang tenggorokannya akibat jeratan kabel FO di leher, yang menyebabkan terputusnya saluran makan dan napas, serta kerusakan pada pita suara," ungkap Fatih, ayah Sultan, Jumat (5/1/2024).
Sejauh ini, lanjut Fatih, PT. Bali Towerindo tidak memberikan bantuan atau dukungan apapun kepada Sultan.
Baca juga : Menlu Retno Cerita Sulitnya Evakuasi 5 Orang Keluarga Bang Onim, Begini Kisahnya
“Kondisi yang dialami Sultan betul-betul menjadi peringatan tentang pentingnya keselamatan infrastruktur untuk mencegah insiden serupa terjadi pada orang lain di masa mendatang,” katanya.
Selama tahun 2023, Sultan hanya bisa mengonsumsi makanan cair melalui selang yang terpasang di hidung. Hal ini terpaksa dilakukan karena jika makan melalui mulut, makanan bisa masuk ke paru-paru dan berisiko serius bagi kesehatannya.
“Pada Juli 2023 lalu, dia mengalami sesak napas yang parah dan membutuhkan perawatan darurat di RSCM. Setelah serangkaian pemeriksaan, ternyata paru-parunya terisi cairan. Kondisi itu memaksa Sultan menjalani operasi untuk menguras cairan di paru-paru,” ujar Fatih.
Pihak keluarga bersyukur, pada awal Agustus 2023 Sultan mendapatkan atensi khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dirawat di RS Polri Kramat Jati. Lebih dari 40 dokter spesialis dari RSCM, UI, RSUP Fatmawati, dan RS Polri Kramat Jati ditugaskan langsung oleh Kapolri untuk merawat dan mengobati Sultan.
Setelah menjalani perawatan intensif selama 117 hari, akhirnya Sultan dinyatakan sehat dan diizinkan pulang. Kondisinya memungkinkan untuk makan dan minum secara normal menggunakan mulut. Namun, untuk bernapas, dia harus mengandalkan lubang buatan di leher. Kemampuan berbicara juga bergantung pada alat bantu "Digital Electrolarynx" yang ditempelkan di lehernya setiap kali berbicara, dengan kualitas suara seperti suara robot.
Pertengahan Januari ini, Sultan berniat melanjutkan kuliahnya di Universitas Brawijaya, Malang, setelah harus mengambil cuti selama 2 semester karena menjalani serangkaian pengobatan. Usai menghadapi perjuangan yang luar biasa dalam proses penyembuhannya selama hampir 1 tahun, Sultan masih dihadapkan pada satu permasalahan terkait kasusnya dengan Bali Tower sebagai pemilik kabel.
"Sekitar awal Juni 2023, tiga orang perwakilan Bali Tower datang ke rumah menemui saya, istri, dan kakak saya. Mereka mengakui sebagai pemilik kabel dan berjanji untuk bertanggung jawab. Saat itu mereka bilang bahwa Bali Tower memiliki asuransi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Akan tetapi sampai hari ini janji tersebut belum juga terealisasi," kata Fatih.
Fatih dan keluarga berharap masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik dan secara kekeluargaan. Kalau sudah ada kejelasan dan kesepakatan, pihak keluarga juga siap mencabut laporan di Polda Metro Jaya.
"Kondisi anak saya sudah seperti ini, dia sudah semangat dan siap melanjutkan tantangan serta mewujudkan cita-citanya. Tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Apapun cara penyelesaian masalahnya, tidak akan mengubah kondisi kecacatan Sultan. Saya hanya memperjuangkan hak anak saya. Ini soal nurani dan kemanusiaan," tandas Fatih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya