Dark/Light Mode

Akan Tambah 9 Stasiun Pemantau Polusi

Kualitas Udara Di Jakarta Makin Gampang Dipantau

Minggu, 21 Januari 2024 07:30 WIB
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herli­na. (ANTARA/HO-DPRD DKI)
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herli­na. (ANTARA/HO-DPRD DKI)

 Sebelumnya 
Ditargetkan Asep, Jakarta memiliki 25 SPKU pada 2025. “Jumlah ini merupakan jumlah yang ideal,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, selama 2023 terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan. Data tersebut merupakan data tahu­nan yang diambil dari 12 SPKU yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Penurunan kualitas udara tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor salah satunya rendahnya curah hujan.

“Dibandingkan 2022, konsen­trasi PM2.5 pada 2023 cenderung lebih tinggi terutama pada musim kemarau, dipengaruhi munculnya gejala El Nino yang menyebabkan curah hujan ren­dah dalam periode lebih lama, hingga Oktober. Bahkan, pen­garuhnya berlangsung hingga bulan Desember,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Siap Fasilitasi Kebutuhan Petani Di Masa Tanam

Hingga pertengahan Januari 2024, indeks kualitas udara Jakarta berada di status sedang dengan konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 17 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dari anjuran Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang sebesar lima mikrogram per meter ku­bik. Tingginya angka polutan di Jakarta itu sangat berisiko bagi penurunan kualitas kesehatan warga Ibu Kota.

Untuk meningkatkan aksesibilitas data kualitas udara yang dapat menjadi rujukan untuk kebijakan berbasis sains, Dinas LH menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya, World Resources Institute (WRI) Indonesia.

“Kita berkomitmen menduku­nDLHinas LH DKI agar terus memiliki data yang berkualitas dan bisa diakses oleh publik dan juga data-data tersebut juga bisa diterjemahkan menjadi kebijak­an percontohan di Indonesia,” kata Deputy Program Director Climate Change, Energy, Cit­ies and Ocean WRI Indonesia, Almo Pradana.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Penuhi Konsumsi Energi Masyarakat Sepanjang Nataru

Almo bilang, WRI Indone­sia juga mendorong intervensi di sektor transportasi dengan pengembangan kawasan ren­dah emisi atau low emission zone (LEZ) sebagai salah satu strategi kunci pengendalian kualitas udara.

“Hal ini sejalan dengan ke­bijakan Pemerintah DKI Jakarta seperti tercantum di Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 576 tahun 2023 tentang Strategi Pen­anggulangan Polusi Udara untuk mengurangi polusi dari sumber bergerak,” tegasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 21/1/2024 dengan judul Akan Tambah 9 Stasiun Pemantau Polusi, Kualitas Udara Di Jakarta Makin Gampang Dipantau     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.