Dark/Light Mode

Terungkap Dari Hasil Reses DPRD DKI

Alat Skrining Stunting Masih Minim Di Jakarta

Rabu, 31 Januari 2024 07:30 WIB
Wakil Ketua Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina. (Foto: Instagram @eqolbina)
Wakil Ketua Komisi E De­wan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina. (Foto: Instagram @eqolbina)

 Sebelumnya 
Eliminasi Stunting

Posyandu memiliki peran penting dalam upaya memantau pemenuhan gizi, kesehatan dan tumbuh kembang anak. Seperti Posyandu Delima II Kizijihandak di RW 10, Kelurahan Len­teng Agung, Kecamatan Jaga­karsa, Jakarta Selatan.

Ketua Tim Penggerak Pem­berdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Lenteng Agung, Suryani Hasan mengatakan, petugas di Posyandu akan memantau tumbuh kem­bang anak sebelum mencapai usia enam tahun.

“Pada tahun-tahun pertama kehidupan anak, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia lima tahun merupakan fase yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Baca juga : Menangkan Jagoannya: SBY-JK Sudah Turun, Mega Masih di Jakarta

Suryani menuturkan, Gebyar Posyandu yang bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke-64 Tahun 2024 ini, selain dilakukan penimbangan berat dan pengu­kuran tinggi badan, serta PMT juga disosialisasikan pemberian gizi yang baik untuk anak.

“Sosialisasi kita lakukan ke­pada orang tua balita terkait kecukupan gizi yang berasal dari protein hewani dan nabati untuk mencegah stunting,” terangnya.

Suryani menjelaskan, dari 23 balita yang datang ke Gebyar Posyandu ini, semua dinyatakan sehat dan tumbuh kembangnya sangat baik.

“Saya selalu berpesan kepada kader-kader untuk terus melaku­kan monitoring perkembangan balita minimal satu bulan sekali. Kemudian, apabila terdapat indi­kasi stunting dapat segera lapor untuk diberikan tindakan lebih lanjut,” ucapnya.

Baca juga : Mau Borong Kursi DPRD, Golkar Siap Kuningkan Jabar

Begitu juga dengan Posyandu Anggur 2 di Pondok Labu, Ci­landak, Jakarta Selatan. Posyandu ini berhasil mengeliminasi kasus stunting yang pernah tercatat di wilayahnya. Kader Posyandu Anggur 2 Yultifeni mengatakan, kiat-kiat untuk menuntaskan stunting dilakukan melalui PMT secara teratur.

“Waktu itu ada dua anak yang dinyatakan stunting, kami lang­sung berikan program PMT se­tiap hari yang berisi susu, telur, dan ikan,” jelasnya.

Setelah dilakukan selama enam bulan berturut-turut, PMT yang diberikan membuahkan hasil. “Label” stunting yang disematkan kepada dua balita itu berhasil dicabut.

“Alhamdulillah, saat itu usianya masih sekitar 1,5 tahun, pas masuk usia dua tahun, sudah dinyatakan tak stunting. Rahasianya tadi, beri makanan ber­gizi,” tutur dia.

Baca juga : Perlunya Deteksi Dini Kasus DBD Di Jakarta

Diakui Yulti, PMT saja se­benarnya tak cukup untuk me­nyelesaikan permasalahan stunt­ing. Sesuai arahan Pemerintah Pusat, Kader Posyandu juga mengimbau anak yang masuk kategori stunting tidak mengonsumsi makanan ringan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 31/1/2024 dengan judul Terungkap Dari Hasil Reses DPRD DKI, Alat Skrining Stunting Masih Minim Di Jakarta     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.