Dark/Light Mode

Tak Ada Suara Tapi Terus Menularkan

Awas, Penyakit TBC Seperti Kapal Selam

Jumat, 10 Mei 2024 06:50 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan Kampung Siaga TBC di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024). (Foto: Istimewa)
Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono saat memberikan sambutan dalam acara pencanangan Kampung Siaga TBC di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus bergerak untuk membebaskan Ibu Kota dari Tuberkulosis (TBC). Upaya itu kini dilakukan dengan mendirikan Kampung Siaga.

Jakarta menargetkan bebas TBC pada 2030. Kampung Siaga TBC dicanangkan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024). Kampung Siaga TBC akan didirikan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk mencegah TBC sekaligus memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS).

Kampung Siaga TBC ini akan dibuka di 267 Rukun Warga (RW) hingga September 2024. Upaya ini akan dilanjutkan dengan Inovasi Percepatan Penanggulangan TBC dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dasar terkait TBC, pem­berdayaan masyarakat melalui pengembangan Upaya Kesehat­an Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan promosi kesehatan yang masif di setiap Kampung Siaga TBC yang telah terbentuk.

Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono meminta seluruh jajarannya bersinergi untuk mewujudkan Kampung Siaga TBC dan merealisasikan target bebas TBC pada 2030.

Baca juga : Di Final, Los Blancos Disambut Die Borussen

“TBC ini adalah penyakit yang saya sebut seperti kapal selam. Dia diam, tidak ada suara, terus maju menular ke masyarakat Jakarta. Jadi saya minta camat, lurah, wali kota, bupati untuk konsisten bisa menurunkan TBC,” pinta Heru.

MantanWali Kota Jakarta Utara ini menegaskan, upaya untuk menekan kasus TBC merupakan prioritas Pemprov DKI Jakarta.

Heru menjelaskan, dalam Undang-undang Daerah Khu­sus Jakarta (DKJ), sudah dia­tur sekitar 5 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), mesti dialokasikan un­tuk menanggulangi penyebaran TBC di Jakarta.

“Mulai hari ini kepala Puskes­mas, jika ada warga non-Jakarta yang berobat di sini, kita obati dengan baik dan wajib bersurat ke kepala daerah yang bersang­kutan. Tujuannya agar bisa dilakukan pendataan warga sebagai upaya menekan penyebaran TBC,” ujarnya.

Baca juga : Brunson Jos, Knicks Menang

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Rus­pitawati menambahkan, Hari Tuberkulosis Sedunia tahun ini mengusung tema Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis. Melalui tema ini diharapkan akan tercipta kesadaran lebih besar tentang masalah TBC di Indonesia.

Ani menjelaskan, pada Ok­tober 2024, akan dilaksanakan pemberian apresiasi kepada lima Kampung Bebas TBC terbaik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang akan jadi penilaian, yaitu ketersediaan kebijakan, sarana prasarana, upaya penemuan dan pendampingan kasus, aspek promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, inovasi yang di­lakukan dan capaian indikator program pengendalian TBC.

Diungkap Ani, pada 2023 di Jakarta ditemukan 60.420 kasus TBC baru, 16 persen atau se­banyak 9.684 merupakan pasien anak. Dari seluruh penderita TBC baru tiap tahunnya, ternyata 14 persen belum menjalani pengobatan dengan alasan tidak percaya bahwa dirinya menderita TBC atau takut diberhentikan dari pekerjaan atau dikucilkan masyarakat. Padahal pengobatan TBC telah diberikan secara gra­tis. Hal ini ditambah lagi dengan masih adanya pasien yang putus berobat sebanyak 14 persen.

Sehingga ini menyebabkan insidensi TBC di DKI Jakarta masih tinggi, yaitu sebesar 535 per 100.000 penduduk. Se­mentara target eliminasi TBC yang telah ditetapkan secara nasional adalah 65 per 100.000 penduduk.

Baca juga : KPK Baru Kantongi Aset Rp 15 Miliar

“Artinya, kita harus menu­runkan insidensi TBC dari 60.420 kasus pada tahun 2023, menjadi sekitar 6.901 kasus pada tahun 2030 atau 1/8 dari kondisi saat ini,” pungkas Ani.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.