Dark/Light Mode

Pengembangan TOD Tak Pake APBD

Progres Proyek MRT Fase 2 On The Track

Minggu, 25 Agustus 2024 06:50 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. (Foto: Instagram/tuhiyat)
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. (Foto: Instagram/tuhiyat)

 Sebelumnya 
Prosesnya setelah ground­breaking, lanjut dia, melakukan tender untuk kontraktor dan sebagainya. Pengalaman pada Fase 1, untuk jarak 15 km dibu­tuhkan waktu lima tahun sampai enam tahun. Namun kondisi tersebut sangat tergantung pada ketersediaan lahan.

“Jika PT MRT membangun di bawah tanah (underground) bu­kan berarti tidak ada lahan yang dibebaskan. MRT tetap harus membebaskan lahan untuk pintu masuk stasiun, untuk menara pendingin udara (cooling tower), dan untuk jalur pejalan kaki,” terangnya.

Tuhiyat bilang, PT MRT Ja­karta mendapatkan mandat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun kawasan-kawasan yang menjadi tumpuan konektivitas, yakni antara moda transportasi dengan bangunan dan moda transportasi dengan ruang terbuka.

Karena itu, dia menyebut, salah satu Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan adalah integrasi antarmoda transpor­tasi publik. Integrasi antarmoda transportasi sangat penting. Dukuh Atas menjadi titik pen­ting karena menjadi pertemuan antara penumpang MRT, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan Tran­sjakarta.

Baca juga : Jokowi-KPU 100 Persen Ikut Putusan MK

“Kita membutuhkan lembaga khusus seperti di Singapura yang memiliki otoritas dalam me­ngelola transportasi perkotaan Jakarta dan sekitarnya, sehingga setiap moda transportasi tidak berjalan sendiri-sendiri dengan ego sektoral,” ucap dia.

Di tahun keenam, PT MRT Jakarta terus melakukan per­baikan. Salah satunya, menjaga performa tepat waktu yang men­capai 99,9 persen. Penumpang per hari MRT saat ini yang sudah melebihi 100 ribu. Capaian ini melampaui target Pemprov DKI Jakarta yang mematok 97 ribu penumpang per hari.

Libatkan Anak Bangsa

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Simon La­makadu mengapresiasi progres pembangunan jalur MRT Fase 2A dari Jalan Thamrin hingga Kota, berjalan sesuai target.

Baca juga : Kata Hasto, Anies Tak Harus Jadi Kader Banteng

“Kami mengapresiasi pro­gres dari proyek Fase 2A ini yang ditargetkan beroperasi di tahun 2027. Salah satu hal yang membanggakan, adalah project ini dikerjakan oleh Putra-Putri Indonesia,” kata Simon usai mengunjungi Proyek MRT Ja­karta Fase 2 di Situs Proyek CP201 Stasiun MRT Monas, Kamis (22/8/2024).

Menurut dia, keterlibatan anak bangsa dalam proyek tersebut membuktikan bahwa proses alih teknologi ke para pekerja Indo­nesia dalam proyek itu berjalan lancar.

Anak bangsa sukses meng­operasikan pekerjaan pembuatan jalur bawah tanah untuk MRT.

“Hal ini membuktikan bahwa proses transfer teknologi dari pi­hak Jepang berjalan dengan baik,” ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut anak-anak Indonesia memiliki kompetensi untuk mengerjakan proyek-proyek besar.

Baca juga : Nasib Airin Masih Misterius

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 25 Agustus 2024 dengan judul Pengembangan TOD Tak Pake APBD, Progres Proyek MRT Fase 2 On The Track

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.