Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pengembangan TOD Tak Pake APBD
Progres Proyek MRT Fase 2 On The Track
Minggu, 25 Agustus 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
Prosesnya setelah groundbreaking, lanjut dia, melakukan tender untuk kontraktor dan sebagainya. Pengalaman pada Fase 1, untuk jarak 15 km dibutuhkan waktu lima tahun sampai enam tahun. Namun kondisi tersebut sangat tergantung pada ketersediaan lahan.
“Jika PT MRT membangun di bawah tanah (underground) bukan berarti tidak ada lahan yang dibebaskan. MRT tetap harus membebaskan lahan untuk pintu masuk stasiun, untuk menara pendingin udara (cooling tower), dan untuk jalur pejalan kaki,” terangnya.
Tuhiyat bilang, PT MRT Jakarta mendapatkan mandat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun kawasan-kawasan yang menjadi tumpuan konektivitas, yakni antara moda transportasi dengan bangunan dan moda transportasi dengan ruang terbuka.
Karena itu, dia menyebut, salah satu Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan adalah integrasi antarmoda transportasi publik. Integrasi antarmoda transportasi sangat penting. Dukuh Atas menjadi titik penting karena menjadi pertemuan antara penumpang MRT, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, dan Transjakarta.
Baca juga : Jokowi-KPU 100 Persen Ikut Putusan MK
“Kita membutuhkan lembaga khusus seperti di Singapura yang memiliki otoritas dalam mengelola transportasi perkotaan Jakarta dan sekitarnya, sehingga setiap moda transportasi tidak berjalan sendiri-sendiri dengan ego sektoral,” ucap dia.
Di tahun keenam, PT MRT Jakarta terus melakukan perbaikan. Salah satunya, menjaga performa tepat waktu yang mencapai 99,9 persen. Penumpang per hari MRT saat ini yang sudah melebihi 100 ribu. Capaian ini melampaui target Pemprov DKI Jakarta yang mematok 97 ribu penumpang per hari.
Libatkan Anak Bangsa
Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Simon Lamakadu mengapresiasi progres pembangunan jalur MRT Fase 2A dari Jalan Thamrin hingga Kota, berjalan sesuai target.
Baca juga : Kata Hasto, Anies Tak Harus Jadi Kader Banteng
“Kami mengapresiasi progres dari proyek Fase 2A ini yang ditargetkan beroperasi di tahun 2027. Salah satu hal yang membanggakan, adalah project ini dikerjakan oleh Putra-Putri Indonesia,” kata Simon usai mengunjungi Proyek MRT Jakarta Fase 2 di Situs Proyek CP201 Stasiun MRT Monas, Kamis (22/8/2024).
Menurut dia, keterlibatan anak bangsa dalam proyek tersebut membuktikan bahwa proses alih teknologi ke para pekerja Indonesia dalam proyek itu berjalan lancar.
Anak bangsa sukses mengoperasikan pekerjaan pembuatan jalur bawah tanah untuk MRT.
“Hal ini membuktikan bahwa proses transfer teknologi dari pihak Jepang berjalan dengan baik,” ujar politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut anak-anak Indonesia memiliki kompetensi untuk mengerjakan proyek-proyek besar.
Baca juga : Nasib Airin Masih Misterius
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 25 Agustus 2024 dengan judul Pengembangan TOD Tak Pake APBD, Progres Proyek MRT Fase 2 On The Track
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya