Dark/Light Mode

Siap Layani Pasien Terpapar Mpox

Nakes Jakarta Terlatih Tangani Cacar Monyet

Kamis, 5 September 2024 06:50 WIB
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Foto: Istimewa)
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Kita tidak ingin virus ini kem­bali mewabah seperti Covid-19,” kata Kent, Senin (2/9/2024).

Dia menyebut, Cacar Monyet telah menunjukkan situasi darurat kesehatan publik yang harus menjadi perhatian khusus Dinkes. Dengan cara menelusuri kontak pasien yang terjangkit supaya bisa segera melakukan mitigasi dini.

“Meskipun virus Mpox yang menjangkit pasien di Indonesia adalah varian 2B yang tergolong rendah dan dapat sembuh dengan cara diobati. Tapi kita harus benar-benar waspada, jangan dianggap remeh,” tegasnya.

Baca juga : Arab Saudi Vs Indonesia, Nunggu Cakar Tajam Garuda

Selain itu, politisi PDI Per­juangan ini meminta Pemerin­tah memperketat pintu masuk kedatangan dari luar negeri di seluruh Indonesia. Kent juga mengimbau masyarakat Jakarta, untuk tidak panik dan takut ter­hadap kasus ini.

Dia mengimbau masyarakat melakukan beberapa cara dalam pencegahan dini supaya tidak tertular. Seperti menjaga keber­sihan dan kesehatan diri dengan rajin berolahraga, mengkonsum­si makanan sehat, istirahat yang cukup dan rajin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Selain itu, hindari kontak fisik dengan orang yang sedang sakit demam, bergejala kemerahan, jerawat, luka dan lenting isi air di kulitnya.

“Berhubungan seksual yang aman, bersih, sehat dengan menggunakan kondom. Jangan berhubungan seksual jika pa­sangan sakit, apalagi ada luka pada area kemaluan atau sedang mengalami infeksi menular,” ucapnya.

Baca juga : Tiafoe Pulangkan Dimitrov

Kent juga meminta masyara­kat jika merasakan gejala atau tanda. Seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, sakit pung­gung, tubuh lemah, agar segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.

“Agar dapat segera tertangani dengan baik,” tegasnya.

Bukan Efek Vaksin

Baca juga : Menteri Ukraina Mundur Massal

Beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa pe­nyakit Mpox karena efek samping vaksin Covid-19. Bahkan, kabar itu juga mengklaim bahwa terjadinya Mpox lantaran efek hancur sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh vaksin Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Moham­mad Syahril, menjelaskan, Mpox dan Covid-19 merupakan dua pe­nyakit yang berbeda. Mpox telah muncul jauh sebelum kemun­culan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan vaksin Covid-19.

Berdasarkan informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Mpox pada manusia per­tama kali dilaporkan di Republik Demokratik Kongo pada 1970.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.