Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengembangan Pelabuhan Tak Sebanding Tempat Parkir Truk
Macet Horor Di Priok Rawan Terulang Lagi
Selasa, 22 April 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kemacetan horor selama tiga hari di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, rawan terjadi lagi. Sebab, pengembangan sisi laut pelabuhan itu tidak sebanding dengan ketersediaan kapasitas tempat parkir truk.
Menurut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno, kemacetan bukan hal baru bagi kawasan pelabuhan ini. Namun, lanjutnya, macet pada 16,17 dan 18 April 2025 itu adalah yang terparah.
Akar persoalannya, menurut Djoko, kapasitas sisi laut Pelabuhan Tanjung Priok diperbesar terus. Namun, kapasitas sisi darat kurang dikembangkan. Dalam perhitungan kapasitas, sarannya, harus dimasukkan ketersediaan tempat parkir truk yang sebanding dengan pengembangan kapasitas sisi laut.
Baca juga : Bangga Perankan Kartini
“Itulah patokannya,” tandas akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata ini.
Jika hal yang sangat mendasar itu tidak menjadi perhatian, ingat Djoko, maka kemacetan horor berpotensi terjadi lagi di Tanjung Priok.
Dia menambahkan, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok harus ditata ulang, termasuk area penyangganya. “Antara pelabuhan dengan lingkungan pertokoan dan pemukiman harus ada jarak minimal 1 kilometer,” tandas Djoko
Baca juga : Zulhas Beri Sinyal Dukung Prabowo Capres 2029
Jika mengikuti tata ruang asli kawasan pelabuhan zaman Hindia Belanda, menurut Djoko, batas Pelabuhan Tanjung Priok itu sampai Cempaka Mas. “Area penyangga telah berubah fungsi menjadi pemukiman atau perumahan,” tandasnya.
Kondisi itu, menurut Djoko, diperparah oleh kebijakan Pemerintah yang terlalu lama membatasi aktivitas operasional logistik, sampai 16 hari. “Pembatasan operasional angkutan logistik, semestinya tidak lebih dari 5 hari,” tegasnya.
Pembatasan yang terlalu lama itu, menurut Djoko, menyebabkan bongkar muat di pelabuhan menumpuk. “Bahkan, tersendat,” imbuhnya
Baca juga : Tak Impor Sampai Tahun Depan, Swasembada Beras Sudah Tercapai
Melalui keterangan pada Kamis (17/4/2025), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan anak perusahaannya, New Priok Container Terminal One (NPCT1) memaparkan kondisi pelabuhan saat kemacetan parah itu terjadi.
Menurut Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Adi Sugiri, kemacetan ini disebabkan peningkatan arus barang peti kemas, bersamaan selesainya pembatasan lalu lintas barang pada Lebaran 2025.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya