Dark/Light Mode

Segera Realisasikan Sekolah Swasta Gratis!

Ribuan Ijazah Pelajar Tertahan Di Sekolah

Kamis, 8 Mei 2025 06:50 WIB
Wakil Ketua Komisi A De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Alia Noorayu Laksono. (Foto: Dok. Golkar)
Wakil Ketua Komisi A De­wan Perwakilan Rakyat Dae­rah (DPRD) DKI Jakarta Alia Noorayu Laksono. (Foto: Dok. Golkar)

 Sebelumnya 
Jika digabung dengan tahap kedua, maka total 488 siswa telah menerima bantuan program Pemutihan Ijazah. Total anggarannya Rp 1,69 miliar. “Upaya ini akan dilanjutkan, karena masih ada 6.652 ijazah yang tertahan di sekolah,” kata Pram saat menyampaikan sam­butan dalam Upacara Hari Pen­didikan Nasional Tahun 2025 di halaman Balai Kota.

Dia menekankan, pentingnya program ini agar warga Jakarta dapat melanjutkan pendidikan dan memanfaatkan ijazah mere­ka untuk memperoleh pekerjaan.

Pram pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Badan Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh (Bazis) DKI Jakarta atas dukungannya dalam membantu warga yang terkendala administrasi penyelesaian pendi­dikan. “Ijazah ini tidak diambil karena mereka tidak mampu. Dengan demikian, Pemerintah harus hadir,” tandasnya.

Baca juga : Jennifer Coppen: Justin Hubner Cuma Teman

Pram menyampaikan, pemenuhan layanan dasar pendidikan ini, merupakan salah satu program prioritas dalam mewujudkan Jakarta sebagai pusat perekono­mian nasional dan kota global. “Mudah-mudahan bermanfaat bagi para siswa yang selama ini ijazahnya tertahan,” ujarnya.

Menurut Pram, sebagian siswa yang menerima bantuan terse­but, telah menunggu tiga hingga lima tahun untuk mendapatkan ijazah mereka. Beberapa di an­tara mereka, bahkan memiliki tunggakan hingga belasan juta rupiah. “Jumlahnya ada yang Rp 17 juta,” tandas Pramono.

Ia menambahkan, pelaksanaan program Pemutihan Ijazah dilaku­kan secara bertahap, mengingat kompleksitas data dan keterli­batan banyak pihak, seperti indi­vidu, sekolah, dan Pemprov DKI.

Baca juga : Ada Sambal Terong & Tempe, Jemaah Haji Dimanjakan Makanan Nusantara

Program ini berbeda dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dapat langsung didis­tribusikan setelah keputusan di­ambil. Pemutihan ijazah memer­lukan proses verifikasi data dan koordinasi lintas pihak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Namun, masih minimnya so­sialisasi program ini, dikeluhkan warganet di akun Instagram Pramo­no Anung, @pramonoanunggw.

Mereka mengaku tidak tahu cara dan ke mana mengajukan pemutihan ijazah. “Mau pak, ijazah saya juga masih di seko­lah, karena masih ada tunggakan biaya. Bagaimana caranya, Pak?” tulis @syifaazharaa.

Baca juga : Prabowo: Kita Selalu Dipecah Belah

“Tanggal 28 April, saya ke kan­tor Wali Kota Jakpus, Gedung Blok D, Sudin Pendidikan Jakarta Pusat Wilayah II, bertemu salah satu staf di sana, bertanya prosedur dan syarat-syarat apa saja untuk pemu­tihan ijazah yang tertahan. Menurut beliau, belum ada pengajuan un­tuk yang baru saat ini,” cerita @desy_febriani76. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.