Dark/Light Mode

Nolak Balapan Mobil Formula E

Kali Ini PSI Kolonial

Rabu, 12 Februari 2020 08:26 WIB
Ilustrasi arena Formula E. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi arena Formula E. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PSI masih saja ngotot menolak pagelaran balapan mobil Formula E di Monas, Jakarta. Padahal, istana saja sudah memberikan lampu hijau kepada Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. PSI yang ngaku partai milenial itu, kali ini diledek seperti kolonial.

Sekda Pemprov DKi Jakarta, Saefullah memastikan, Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sebagai Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka sudah memberi lampu hijau area Monas bisa digunakan untuk Formula E.

Monas cenderung dipilih lantaran merupakan ikon Indonesia, bukan hanya Jakarta. Karena itu, kata dia, perlu diadakan event Internasional yang disukai oleh berbagai kelompok usia.

“Sekali-kali ada gelaran Internasional yang digandrungi kelompok milenial, kelompok berbagai usia juga suka. Sekali-sekali kita tampilkan wajah Indonesia, Jakarta, Monas menjadi ikon kita,” bebernya di Jakarta, kemarin.

Pemprov DKI akan membahas rute Formula E yang akan digelar di Monas dengan Setneg. Selain itu, akan dibahas mengenai kepastian lokasi mana yang masuk cagar budaya dan mana yang tidak. Meski sudah ada izin dari Setneg, PSI tetap menolak Formula E.

Baca juga : Anies Sabar dan Patuh

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Idris Ahmad mengatakan, meski Setneg sudah mengeluarkan izin, tapi banyak catatan yang diberikan kepada Pemprov DKI untuk menggunakan Monas sebagai perlintasan Formula E.

Menurut Idris, banyaknya catatan itu karena Anies kerap menabrak aturan dalam menjalankan programnya.

“Surat itu memuat persetujuan dengan syarat ketat sekali. Mungkin karena kebiasaan Anies Baswedan yang suka menerabas aturan, maka Komisi Pengarah mengingatkan Anies secara eksplisit agar hati-hati dan tidak menerabas rambu-rambu,” ujar, kemarin.

Idris juga meminta, Anies membuka rencana induk revitalisasi kawasan bersejarah itu dan peta lokasi yang akan dipakai untuk formula E.

“Sejak sekarang harus dipublikasikan, dibuat transparan. Kita sama-sama mengawasi, jangan sampai main tebang pohon kayak sebelumnya,” tegasnya.

Baca juga : Firli Yakin Harun Masiku Pasti Kembali ke Indonesia

Dia pun meminta, agar anggaran Formula E dialokasikan untuk banjir dan kebutuhan warga miskin seperti jamban. “Daripada untuk Formula E yang tak jelas manfaatnya,” tandasnya.

Keras kepalanya PSI ini menuai reaksi keras dari netizen alias warganet. Kebanyakan, negatif. Akun @awemany menyebut, peno lakan itu berdasarkan sikap PSI yang antiAnies.

“Bagi mereka yang ingin menyuarakan penolakan terhadap Formula E pun ngga perlu terlalu dicurigai. Kecuali pada @psi_id dan buzzerp” yang memang nggak punya konsep lain kecuali anti Anies. Ini harus selalu kita ingatkan agar segera move on dari Pilkada,” cuitnya.

Akun @ersatKera juga menganggap PSI aneh. Menurutnya, nama Indonesia akan tercoreng di mata dunia jika gelaran Formula E batal. “Syukurlah. Nama Indonesia akan tercoreng di mata dunia kalau sampai batal. Karena pihak E-Prix menganggap tidak ada kepastian hukum di Indonesia. Dan bisa berimbas ke event moto GP di Mandalika,” kicau dia.

“Jadi kesimpulannya....Semua kritikan-kritikan ke pak Anies oleh anak bawang @psi_id cuma mengada-ada saja ya. Biar dibilang ada kerjanya sama pemilihnya,” sambung @Jack Arkaan.

Baca juga : Natal Berjalan Kondusif, Kinerja Kapolri Pantas Diacungi Jempol

Akun @AlsNugrahaa menyindir identitas PSI sebagai partai milenial. Eh, sikapnya malah kolonial. “Duh, PSI, ngakunya partai milenial, eh kolonial. Formula E sudah disetujui Istana, eh tetep ditolak karena kayanya memang mau beda terus sama Anies Baswedan,” kritiknya.

“Coba deh, @psi_id berusaha berlaku adil pada @aniesbaswedan, pasti jagad medsos ini aman tentram,” ujar @Anggarini90. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.