Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Desain Kampung Akuarium Sudah Jadi, Warga Tunggu Realisasi Janji Gubernur
Sabtu, 15 Februari 2020 06:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah digusur pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, dijanjikan akan dibangun kembali tahun ini.
Warga kini menunggu realisasi janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Denah yang dirancang oleh warga sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Untuk mengingatkan, penggusuran Kampung Akuarium dilakukan saat Ahok menjadi gubernur April 2016.
Saat ini warga masih bermukim di shelter. Tak jauh dari hunian yang digusur. Mereka menunggu penataan Kampung Susun Bahari Akuarium (KSBA) yang direncanakan dalam program peningkatan area pariwisata.
Warga Kampung Akuarium telah menyerahkan desain final penataan kampung mereka ke Anies di Balai Kota DKI, didampingi sejumlah perwakilan lembaga masyarakat yang telah lama mengawal pembangunan Kampung Akuarium.
Antara lain arsitek dari Rujak Center for Urban Studies, Amalia Nur Indah Sari. Desain final penataan Kampung Akuarium mengusung konsep Kampung Wisata Bahari.
Baca juga : Yuk Kenali Aritmia, Gangguan Kelainan Irama Jantung
“Prosesnya cukup panjang. Terhitung sudah tujuh kali diminta revisi. Akhirnya selesai dan sudah kami paparkan dan serahkan ke Gubernur,” ujar Amalia kepada wartawan di Jakarta.
Menurutnya, desain final konsep Kampung Akuarium dibuat oleh berbagai pihak dan atas persetujuan masyarakat. Warga dibantu oleh Rujak Center of Urban Studies, Jaringan Rakyat Miskin Kota, Urban Poor Consortium.
Kampung susun bahari akan dibangun empat lantai. Ada tujuh cluster dengan 240 unit hunian. Di bawah hunian, yakni di lantai dasar kampung susun, akan dibikin semacam kios-kios kuliner, souvernir dan tempat workshop. Semuanya akan dikelola dan dikembangkan warga Kampung Akuarium.
Konsep pembangunan kampung susun diyakininya telah sesuai dengan permintaan Anies. Yakni memenuhi aspek dan budaya sekitar warga yang tinggal di pesisir pantai. Selain itu, penataan kampung memperhatikan aspek cagar budaya.
“Selain itu, desain ini hasil dari penyatuan visi warga Kampung Akuarium,” tandasnya.
Ketua RT12 RW4 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Topas Juanda, berharap desain final penataan Kampung Akuarium bisa segera direalisasikan dalam bentuk pembangunan.
Baca juga : Disanjung Jokowi dan BG, Sandiaga Tak Geer
“Kami harap tahun ini bisa dieksekusi. Kami warga sudah lama menantikannya,” harapnya.
Salah satu pertanyaan besar warga Kampung Akuarium adalah kejelasan hak pengelolaan lahan hunian. Warga enggan jika mereka tetap membayar sewa di rumah sendiri. Sampai saat ini, Pemprov DKI Jakarta belum memberikan kepastian.
“Skemanya nanti seperti apa, kepemilikannya bagaimana? Kami harus membayar sewa atau bagaimana. Warga memiliki hak atas hunian di sana kan,” tanya Ani, salah seorang warga saat Anies berkunjung ke Kampungnya, di Lapangan Krapu, Jalan Kerapu, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, 10 Desember tahun lalu.
Saat itu, Anies belum memberi jawaban pasti. Perlu ada kajian dan kepastian hukum.
“Perlu dibicarakan bersama seluruh pihak aturan hukumnya, sehingga yang kita kerjakan itu benar dan legal. Bagaimana pembiayaannya, durasinya, entitas hukumnya,” ujarnya.
Anies menyebut, konsep rumah yang akan dibangun di Kampung Akuarium adalah rumah lapis. Kampung Akuarium akan menyatu dengan rencana pembangunan kawasan wisata dari Masjid Luar Batang hingga Kota Tua dan tidak akan mengganggu cagar budaya yang ada di sana.
Baca juga : Dubesnya Ditangkap Saat Hadiri Demo, Inggris Kecam Iran
Wali Kota Jakarta Utara sekaligus Koordinator penataan kawasan pesisir Jakarta, Sigit Wijatmoko menyakinkan, pembangunan Kampung Akuarium dimulai pada tahun 2020 ini.
Ada ada tiga tujuan besar dari penataan wilayah pesisir itu. Pertama peningkatan kualitas Teluk Jakarta, peningkatan keadilan sosial untuk wilayah Jakarta Utara dan efisiensi perekonomian bagi wilayah Jakut.
“Salah satu bentuk konkretnya adalah bagaimana proses pembangunan di Kampung Akuarium akan kita mulai pada 2020 sebagai momentum wajah baru Jakarta,” papar Sigit di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, kemarin.
Pembangunan Kampung Akuarium diyakinkannya sejalan dengan pelestarian lingkungan. Mulai materialnya dan penataan ruangannya berbasis lingkungan. Selain itu, soal pembangunan perekonomian di Kampung Akuarium, nantinya akan dijadikan contoh bagi wilayah pesisir lainnya.
“Selain penataan kampung, pola pengembangan ekonominya akan menjadi role model,” tandasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya