Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Asalkan Pedagang Sudah Sepakat
Pemprov Siap Tancap Gas Revitalisasi Pasar Tampur
Rabu, 22 Oktober 2025 06:25 WIB
Sebelumnya
Penolakan ini menjadi perhatian serius bagi Pemprov. Pram menekankan pentingnya kesepakatan internal di antara para pedagang, sebelum Pemprov melangkah lebih lanjut dalam proses revitalisasi.
“Selesaikan dulu di internal mereka. Jangan nanti ketika Pemerintah Jakarta melakukan perbaikan, mereka masih menolak,” ujar mantan anggota DPR ini.
Sebagai informasi, Pasar Tampur dilanda kebakaran pada Senin (28/7/2025) malam. Sekitar 500 kios dan isinya hangus. Pantauan Rakyat Merdeka pada 8 Agustus lalu, puluhan pedagang menggelar tenda, meja dan terpal seadanya untuk menjajakan dagangannya di trotoar, depan gedung pasar. “Kalau tak dagang, mau makan apa,” kata Amar Zaki, salah seorang pedagang.
Kebakaran Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, pada Senin (28/7/2025), menghanguskan sekitar 500 kios. (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Baca juga : Kasus CPO Migor, Pembayaran Uang Pengganti Masih Kurang Rp 4,4 Triliun
Amar bilang, belum ada kepastian kapan Pasar Tampur dibangun kembali. Karena itu, sejak dua hari pasar diamuk si jago merah, dengan sisa modal yang dimilikinya, dia kembali berdagang di tempat kurang layak tersebut, demi anak-istrinya.
Menurut dia, puluhan pedagang yang menggelar lapak di emperan dan bekas lahan parkir ini pedagang Pasar Tampur yang kiosnya ludes dilalap api.
Amar berharap, Pemprov DKI segera membangun pasar dan menyediakan tempat sementara yang layak untuk para pedagang, selama proses pembangunan berlangsung.
Baca juga : Real Madrid Vs Juventus, Mbappe Ancam Si Nyonya Tua
Dia berharap, tempat sementaranya di Taman Puring yang lokasinya persis di sebelah Gedung Pasar Tampur. “Supaya pembeli dan langganan tahu,” ujar pria yang sudah 17 tahun berjualan di Pasar Tampur ini.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar pedagang Pasar Tampur ingin memperbaiki kiosnya secara swadaya, Amar membantah. “Boro-boro buat bangun kios, untuk makan sehari-hari saja, bingung. Kami dapat uang dari mana, barang dagangan habis semua,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Anita, pedagang minuman dan makanan ringan. Dia juga menepis kabar bahwa pedagang ingin membangun kiosnya sendiri.
Baca juga : Asian Youth Games 2025, Atlet Pencak Silat Sabet Emas Pertama
Meski kerugian materi yang dialaminya tidak terlalu besar, Anita mengaku kesulitan mencari modal agar dapat kembali berjualan. “Bohong itu, kabar pedagang ingin membangun sendiri kiosnya,” bantah Anita.
Anita menyadari, jualan di trotoar dengan terpal seadanya, cukup menyulitkan para pedagang. Apalagi, jika tiba-tiba hujan. “Tapi, mau bagaimana lagi, kami butuh makan,” ujarnya.
Para pedagang Pasar Tampur kini tersebar di sekitar Gedung Pasar Tampur. Ada yang berjualan di trotoar depan gedung pasar. Ada pula yang berdagang di belakang dan seberang gedung pasar. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya