Dark/Light Mode

Dishub DKI Imbau Pengendara Tidak Berhenti Saat Pembongkaran Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 17:16 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Zahra/RM)
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau para pengendara agar tidak memperlambat laju kendaraan maupun berhenti di jalan saat proses pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. 

Imbauan ini disampaikan guna mencegah kemacetan akibat pengendara yang ingin menyaksikan langsung proses pembongkaran. Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan bahwa perlambatan kendaraan justru dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Kami harapkan jangan sampai ada, kami himbau ke pengendara, jangan sampai ada kendaraan yang kemudian berhenti pada saat dilakukan pekerjaan. Tetap bergerak agar lalu lintas di belakangnya tetap bergerak smooth," kata Syafrin saat menghadiri peninjauan pemotongan tiang monorel di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

Dishub DKI memastikan bahwa pembongkaran tiang monorel tidak akan disertai dengan penutupan jalan secara total. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap agar arus kendaraan tetap berjalan, khususnya pada malam hari saat pekerjaan dilaksanakan.

Baca juga : Libur Nasional, Pemprov DKI Tiadakan Ganjil Genap Saat Peringatan Isra Miraj

"Sehingga, untuk lajur lambatnya, jalur lambatnya ini akan dilakukan penutupan secara staging," katanya. 

Pekerjaan pembongkaran tiang monorel dijadwalkan berlangsung pada malam hari untuk meminimalisir dampak kemacetan. 

“Ya, sebagaimana kita ketahui karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 10 (malam), window time-nya itu dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00," jelasnya. 

Pembongkaran dilakukan dengan target satu tiang monorel setiap malam. Dengan total 109 tiang yang akan dibongkar, proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan, tergantung kondisi lapangan dan kelancaran pekerjaan.

Baca juga : Hasil Belum Stabil, Madura United Siapkan Pembenahan Total

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi kemacetan akibat sisa proyek pembongkaran, Syafrin memastikan bahwa proses pemotongan tiang telah dirancang agar tidak mengganggu jalur utama. 

“Karena kan seperti contoh tadi, begitu dilakukan pemotongan, maka besinya itu tidak jatuh ke jalur lambat, tetapi dibawa ke jalur cepat," ujar Syafrin. 

Untuk mengamankan dan mengatur lalu lintas, Dishub DKI Jakarta menurunkan petugas gabungan setiap malam pembongkaran.

“Satpol PP 15 personil dan di Dishub sama, sekitar 15 personel. Setiap mulai pekerjaan malam, itu otomatis anggota akan ada melakukan pengaturan,” kata Syafrin. 

Baca juga : Christiany Paruntu: Penyelundupan Bawang Berpenyakit Ancam Ketahanan Pangan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Aung dalam rencana penataan tersebut, Pemprov DKI akan melakukan pembenahan menyeluruh pada infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya. 

“Jadi penataannya yang dibuat adalah penataan dibuat jalan, kemudian saluran trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya dan juga tentunya estetika dari trotoar dan taman-taman yang ada," jelas Pramono. 

Penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said ini ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan fisik, termasuk pembongkaran tiang monorel mangkrak, dapat diselesaikan pada September mendatang. 

“Target penyelesaiannya bulan September (8 bulan)," tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.