Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DLH DKI: Operasional RDF Plant Rorotan Terbatas, 5 Hari Dalam Seminggu
Senin, 2 Februari 2026 14:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan dilakukan secara bertahap dan dengan pengawasan ketat sejak proses pengangkutan hingga pengolahan sampah.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangan resmi, Senin (2/2/2026).
Asep menjelaskan, saat ini RDF Plant Rorotan masih beroperasi secara terbatas dengan jadwal lima hari kerja dalam sepekan dan dua shift operasional per hari.
Sementara itu, hari Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan serta penataan area operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Asep menegaskan, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan kini hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.
Baca juga : 2 Kali Operasi, Jorge Martín Terancam Absen Tes Pramusim Sepang
“Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” tegasnya.
Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), DLH DKI Jakarta juga mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama menuju RDF Plant Rorotan, masing-masing dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
“Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan,” jelas Asep.
Meski Jakarta dalam beberapa waktu terakhir menghadapi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, DLH DKI Jakarta memastikan langkah mitigasi terus dilakukan melalui penyesuaian teknis operasional di lapangan agar seluruh proses tetap aman dan terkendali.
“Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Baca juga : Prabowo Bangga Swasembada Pangan Tercapai Dalam Setahun
Asep menegaskan bahwa penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan merupakan bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab bagi Jakarta.
“Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah,” pungkas Asep.
Sebelumnya, Di tengah sesi wawancara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan wartawan, seorang warga tiba-tiba menyampaikan protes terkait bau menyengat yang diduga berasal dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan.
"Kemarin baunya masih sangat terasa, Pak. Saya setiap hari lewat situ, Pak," keluhnya ke Pramono di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026)
Menanggapi hal itu, Pramono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada prinsipnya dapat bertanggung jawab apabila terdapat biaya yang harus dikeluarkan warga.
Baca juga : Pdt Jimmy: Natal Nasional Perkuat Moderasi dan Persatuan Bangsa
“Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi," jelas Pramono.
Ia menjelaskan bahwa RDF Rorotan telah beberapa kali menjalani proses commissioning dengan kapasitas yang cukup tinggi dan relatif tidak menimbulkan masalah berarti pada operasional pabriknya.
“Sedangkan Rorotan sendiri sudah berulang kali dilakukan commissioning sampai dengan 200, 300, 500 per hari, itu apa relatif tidak masalah," jelasnya.
Pramono menegaskan bahwa kendaraan lama tidak lagi diizinkan beroperasi dan untuk sementara waktu aktivitas pengangkutan dihentikan guna mengurangi dampak terhadap warga.
“Yang lama saya tidak izinkan untuk digunakan. Dan mudah-mudahan, untuk sementara ini saya minta untuk di-stop," tegasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya