Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Beban TPST Bantargebang Makin Berat, Saatnya Warga Diajak Kelola Sampah Mandiri
Sabtu, 9 Mei 2026 06:25 WIB
Sebelumnya
“Kita ingin mengurangi secara serius beban di Bantargebang,” tandasnya.
Judistira menilai, Kepulauan Seribu bisa menjadi contoh. Wilayah tersebut relatif mampu mengelola sampah secara mandiri melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R), sehingga hanya menyisakan residu untuk dikirim keluar wilayah.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mulai memperkuat sistem pengolahan sampah berbasis energi.
Baca juga : Liverpool Vs Chelsea, Duel Raksasa Pesakitan
Gubernur DKI Pramono Anung menandatangani kerja sama pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama Danantara, Senin (4/5/2026).
Dua lokasi PLTSa tersebut berada di Bantargebang dan Tunjungan, Kamal Muara, Jakarta Utara. Selain itu, proyek serupa juga direncanakan di Sunter, Jakarta Utara. “Ini komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk membangun PLTSa,” kata Pram di Balai Kota.
Dengan tambahan tersebut, Jakarta ditargetkan memiliki tiga PLTSa aktif. Fasilitas Refused Derived Fuell Rorotan, Jakarta Utara, yang sudah beroperasi, juga akan memperkuat ekosistem pengelolaan sampah.
Baca juga : Pede Pakai Fairing Baru, Quartararo Bidik Podium Le Mans
Tidak hanya infrastruktur, Pemprov juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Pramono mengaku telah menandatangani Instruksi Gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah dari sumber. “Ini akan menjadi gerakan bersama dan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Jakarta,” ujarnya.
Kerja sama pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) juga dilakukan Pemprov DKI dengan PT Danantara Investment Management.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, proyek ini menjadi jawaban atas persoalan sampah Jakarta yang kian menggunung. “Ini kontrak dengan jutaan warga Jakarta, bahwa sampah tidak akan terus menumpuk dan berbau lagi. Insya Allah dua tahun lagi,” kata Zulkifli.
Baca juga : Kemlu Cek Keterlibatan WNI
Saat ini, volume sampah Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari. Sebagian besar masih dibuang ke TPST Bantargebang yang kapasitasnya sudah jauh terlampaui. “Kalau diukur, Bantargebang itu sudah seperti gedung 16–17 lantai,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menambahkan, pembangunan PSEL akan dimulai setelah proses pemilihan badan usaha oleh Danantara rampung. Peran Pemprov DKI, kata dia, menyiapkan pasokan sampah sebagai bahan baku, serta memastikan kesiapan lahan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov berharap, pengelolaan sampah Jakarta ke depan tak lagi bertumpu pada Bantargebang. Melainkan, berbasis pengolahan modern dan partisipasi aktif masyarakat dari rumah. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya