Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Wakil Rakyat Soal Wacana Kenaikan Tarif Transjabodetabek
Agar Tak Bebani Masyarakat, Ongkos Yang Wajar Rp 5.000
Senin, 15 Juni 2026 06:25 WIB
Sebelumnya
Dia menambahkan, Transjakarta juga akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum keputusan final diambil.
“Kami akan mendengarkan langsung masukan masyarakat, sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan ada penyesuaian tarif layanan Transjakarta dalam waktu dekat, terutama untuk rute-rute yang melayani perjalanan ke wilayah penyangga Jakarta.
Salah satu rute yang menjadi perhatian, adalah layanan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini masih dikenakan tarif Rp 3.500.
Baca juga : Spanyol Rawan Digigit Hiu Biru
Menurut Pram, tarif tersebut sudah tidak realistis jika dibandingkan dengan biaya operasional dan layanan transportasi sejenis.
“Tidak mungkin rute Blok M-Soekarno-Hatta tarifnya Rp 3.500. Naik Damri atau moda transportasi lain saja rata-rata sudah di atas Rp 100 ribu,” ujarnya.
Meski begitu, Pram belum memutuskan besaran tarif baru yang akan diberlakukan. Dia memastikan, keputusan akan diambil setelah seluruh kajian selesai dilakukan. “Mengenai angkanya, akan diputuskan dalam waktu dekat,” katanya.
Pram menegaskan, prinsip utama yang menjadi pertimbangan Pemprov DKI, adalah men jaga agar masyarakat tetap tertarik menggunakan transportasi umum, dan tidak kembali beralih ke kendaraan pribadi.
Baca juga : Prancis Vs Senegal, Les Bleus Bawa Misi Balas Kenangan Pahit
Menurut Pram, penyesuaian tarif juga perlu dilihat dari besarnya subsidi yang selama ini ditanggung Pemprov DKI, termasuk biaya operasional dan perawatan infrastruktur layanan yang menjangkau wilayah penyangga Jakarta.
Pram menjelaskan, Pemprov DKI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan menambah armada Transjabodetabek guna mendukung mobilitas masyarakat.
Saat ini, tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen. Namun, tingkat penggunaan transportasi umum masih berada di bawah 30 persen.
Pram optimistis, angka tersebut dapat terus meningkat apabila kualitas layanan semakin baik dan masyarakat merasakan manfaat langsung dari sistem transportasi publik yang terintegrasi.
Baca juga : Menhan Jepang Beri Prabowo Replika Kapal Perang ‘Mikasa’
“Kalau masyarakat terus menggunakan transportasi umum, angkanya bisa melampaui 30 persen. Saya yakin, sangat mungkin tercapai,” tandasnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya