Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Harga Kebutuhan Pokok Nggak Naik Gila-gilaan
Pemprov DKI Diminta Pastikan Keamanan Stok Pangan
Jumat, 19 Juni 2020 06:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Sebab, kelangkaan berakibat kepada naiknya harga komoditas.
Contohnya Rida. Ibu satu anak ini baru saja pulang dari Pasar Kebayoran Lama. Dia mengeluhkan mahalnya harga bawang merah dan bombay. Katanya, harganya naik sampai dua kali lipat. “Harga bawang masih tinggi. Kalau cabe sudah turun,” kata Rida.
Baca juga : Sambut New Normal, Prodia Pastikan Keamanan Pelanggan dan Karyawan
Menurutnya, harga sembako saat ini naik turun. Tidak ada kepastian. Sekarang ini gula sudah mulai banyak. Di minimarket pun sudah bisa membeli lebih dari 2 kilogram. Sebelumnya, pembelian dibatasi maksimal hanya 2 kilogram. Bahkan, ada toko yang hanya membolehkan 1 kilo setiap pembayaran.
DPRD DKI Jakarta meminta, kondisi ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian pemprov. Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) pun diminta harus bisa mengantisipasi kelangkaan komoditas pangan, saat pelaksanaan masa PSBB menuju tatanan kehidupan normal baru.
Baca juga : Pemerintah Diminta Hati-hati Kelola Fiskal
Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mengatakan, antisipasi perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga suatu komoditas yang justru akan memberatkan warga terdampak pandemi Covid-19.
“Setelah kita tanyakan dan evaluasi, masih ada kelangkaan pangan terjadi. Misalnya bawang merah dan gula pasir. Selama (masa PSBB) ini masyarakat juga mengeluhkan kelangkaan tersebut. Karena ini merupakan satu produk bahan pokok yang digunakan masyarakat. Kami berikan catatan, hal ini harus bisa diantisipasi. Karena produk-produk ini dibutuhkan masyarakat,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.
Baca juga : Atasi Kemacetan, Pemprov DKI Uji Coba Penataan Kawasan Stasiun Tanah Abang
Dengan demikian, Komisi B mendorong Dinas KPKP mencari penyediaan cadangan (backup) di seluruh unit pangan, kelautan dan pangan serta pertanian. Salah satunya, seperti pemanfaatan penyimpanan bahan pokok di gudang secara aman layaknya produk perikanan yang bisa ditempatkan kedalam ruang pendingin (cold storage).
“Kami mengimbau juga kepada DKPKP, metode-metode seperti itu harus diterapkan. Jangan hanya di produk-produk kelautan. Tapi juga produk pangan. Bagaimana produk bawang ini bisa disimpan lama misalnya. Bagaimana gula ini bisa disimpan lama. Bila terjadi kenaikan harga, bisa dimanfaatkan stok itu,” terang Aziz.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya