Dark/Light Mode

Sekda DKI Saefullah Meninggal, Warga Betawi Kehilangan Tokoh Panutan

Kamis, 17 September 2020 13:12 WIB
Alm Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah. (Foto: ist)
Alm Sekda Pemprov DKI Jakarta Saefullah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meninggalnya Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, Saefullah, karena Corona mengagetkan banyak pihak. Khususnya warga Betawi. Mereka kehilangan salah satu tokoh panutan.

Ahmad Buchori, Ketua Forum Jurnalis Betawi (FJB) menjelaskan, Saefullah merupakan tokoh Betawi yang diteladani dan memiliki karier cemerlang di Pemprov DKI Jakarta dengan jabatan terakhir Sekda sejak 2014. Total empat gubernur dilayani almarhum, mulai dari Gubernur Jokowi hingga Anies Baswedan.

Almarhum merupakan salah satu putra Betawi terbaik yang lahir dari Kampung Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.  Di masyarakat Betawi, kata dia, almarhum menjadi teladan, karena aktif di banyak organisasi sosial dan keagamaan, seperti Ketua NU DKI Jakarta, anggota Dewan Pakar Gerbang Betawi, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pencak Silat Tradisional Betawi Indonesia (Astrabi), Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Bamus Betawi, dan sebagainya.  

Baca juga : Wartawan Senior dan Sejarawan Betawi Alwi Shahab, Tutup Usia

Bagi warga Jakarta, khususnya orang Betawi, adalah kehilangan sangat besar karena almarhum merupakan tokoh panutan bagi anak-anak muda yang menempuh karier di pemerintahan daerah. Saefullah menjadi inspirasi bagi generasi muda Betawi yang bercita-cita menjadi petinggi di DKI Jakarta.   

“Untuk itu, Forum Jurnalis Betawi berharap inspirasi generasi muda Betawi ini tidaklah putus, sehingga Gubernur Anies bisa menunjuk orang Betawi juga sebagai pengganti almarhum sebagai sekretaris daerah,” kata Ahmad dalam keterangan pers, Kamis (17/9).

Ashari, Direktur Eksekutif Gerbang Betawi mengatakan, almarhum adalah anggota Dewan Pakar. Dukungannya terhadap ormas pemberdayaan masyarakat Betawi ini sangat tinggi sejak Gerbang Betawi berdiri tiga tahun lalu. 

Baca juga : Sekda DKI Wafat, Medsos Ramai Ucapan Duka Cita

Almarhum juga seorang pekerja keras, ulet, dan memiliki semangat maju yang besar. Yang meniti karier dari bawah sebagai tenaga guru honorer di pemda, lalu melanjutkan pendidikan tinggi mulai dari S1, S2, hingga S3.

“Saya pernah mendengar cerita langsung dari almarhum, waktu sekolah harus lewat pematang sawah dan jalan kaki sejauh 8 kilometer. Di sini semangat pantang menyerah almarhum untuk mengejar cita-citanya,” ungkap Ashari.

Beky Mardani, Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi, menambahkan Bang Ipul-sapaan Saefullah-merupakan anggota Dewan Pembina yang peduli dengan pendidikan sehingga sangat perhatian terhadap kemajuan pendidikan anak-anak Betawi dan warga Jakarta pada umumnya. 

Baca juga : Innalillahi, Sekda DKI Meninggal Dunia Karena Covid

“Kami merasa kehilangan tokoh yang sangat peduli pada lingkungannya, yang sangat cinta pada profesi dan tugasnya. Beliau adalah teladan yang tidak henti memikirkan kemajuan warga Jakarta,” tukasnya. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.