Dark/Light Mode

Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan Malam Ke Kota Bekasi

Check Point Di Perbatasan Ibu Kota Diperketat Dong

Kamis, 1 Oktober 2020 06:36 WIB
Ilustrasi polisi memeriksa pengendara saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta-Bekasi, Rabu (15/4). (Foto : Putu Wahyu/Rakyat Merdeka)
Ilustrasi polisi memeriksa pengendara saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta-Bekasi, Rabu (15/4). (Foto : Putu Wahyu/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu memperketat kembali check point di wilayah perbatasan untuk memastikan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berjalan optimal. Sebab, belakangan ini, banyak warga ibu kota keluyuran ke daerah penyangga, melakukan kegiatan melanggar protokol kesehatan sehingga rentan menjadi carrier Virus Corona.

Kabar banyaknya warga Jakarta pergi ke kafe dan tempat hiburan malam ke kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), bukan isapan jempol belaka. 

Berdasarkan pantauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, sebanyak 60 persen pengunjung tempat hiburan malam di Kota itu, berasal dari luar Bekasi. Kabar itu juga selaras dengan temuan Satpol PP Kota Bekasi ketika menyegel Cafe Broker Coffee and Roastery karena melanggar protokol kesehatan.

Berita Terkait : Mau Perpanjang SIM di Jakarta? Datang Aja Ke 5 Lokasi Ini

Dalam video yang viral, para pengunjung berkerumun dan berjoget. Mereka bukan hanya warga Bekasi, tetapi juga banyak warga Jakarta. Menanggapi hal ini, warga Kota Bekasi, Anton M menilai, banyaknya warga Jakarta mencari hiburan malam ke Kota Bekasi, karena di kota penyangga belum menerapkan PSBB ketat.

‘’Sudah saatnya diterapkan pengetatan PSBB di Kota Bekasi dan kota penyangga lainnya, sehingga tidak ada warga mencari hiburan malam seperti itu,’’ saran Anton M, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mujiyono mendesak Gubernur Anies Baswedan memperketat lagi check point di perbatasan Jakarta dengan Bodetabek.

Baca Juga : Awas, 224 Petahana Setir ASN

‘’Pastikan warga yang keluar masuk mematuhi protokol kesehatan. Punya surat tugas bekerja dan sesuatu yang penting lainnya. Jangan biarkan orang keluar masuk dengan tujuan nggak jelas,’’ harap Mujiyono, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menilai, banyaknya warga Jakarta yang kelayapan di kota penyangga karena koordinasi antara Anies dengan kepala daerah penyangga belum optimal. ‘’Harus ada komitmen bersama antar kepala daerah untuk melarang warga DKI Jakarta berlibur atau nyari tongkrongan karena ketatnya PSBB di Ibu Kota,’’ paparnya.

Pandangan yang sama disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak. Menurutnya, perlu ditingkatkan kerja sama antar kepala daerah di Jabodetabek dalam pencegahan Virus Corona. ‘’PSBB ketat di Jakarta tak akan terlalu berdampak pada penurunan kurva Covid-19 jika tidak diperketat di perbatasan,’’ ungkapnya.

Baca Juga : Selamat Jalan Bapak Persatuan Arab

Selain memperketat perbatasan, politisi PDI Perjuangan itu ingin, Pemprov DKI melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) untuk melakukan pengawasan terhadap warganya. Sekadar diketahui, awal sampai pertengahan September lalu, penambahan kasus harian Covid- 19 di Jakarta lebih 1.000 orang per hari.

 Atas dasar kondisi itu, Gubernur Anies Baswedan mengetatkan kembali PSBB, mulai 14 September selama dua pekan. Dan, memperpanjangnya hingga 11 Oktober 2020. Dalam aturan PSBB, tempat rek- reasi dan tempat hiburan malam di Jakarta dilarang dibuka.
 Selanjutnya