Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Warga Jakarta Ragukan Penurunan Klaster Perkantoran
Please, Jangan Kurangi Kuota Test Swab Gratis
Jumat, 16 Oktober 2020 05:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warga meragukan akurasi data penurunan penyebaran Covid-19 pada klaster perkantoran di ibu kota selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Sebab, swab test dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, tidak sebanyak yang ditargetkan.
‘’Penurunan pasien yang terpapar Covid-19 itu semoga bukan karena berkurangnya (jumlah) swab test gratis ya,’’ harap Yamin, warga Jakarta Utara, kemarin.
Yamin menilai, jika klaim penurunan itu terjadi karena berkurang pemeriksaan swab test, tentu tidak bisa disebut sebagai penurunan kasus. ‘’Kalau sedikit swab test, tentu sedikit pula yang ketahuan terpapar Covid-19,’’ jelasnya.
Dia berharap, Pemprov DKI tetap menjalankan komitmennya, melakukan swab test sekitar 10 ribu orang per hari selama PSBB transisi ini. ‘’Bukan spesimen ya, tetapi orangnya yang diperiksa swab test sekitar 10 ribu per hari. Kalau ini dilakukan, kemudian yang terpapar itu di bawah seribu orang per hari, ini baru prestasi,’’ paparnya.
Baca juga : Cegah Klaster Perkantoran, BP Jamsostek Kampanyekan K3
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pengujian Covid-19 secara gratis kepada 8.000 spesimen dalam sehari. Dari tes itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, telah terjadi penurunan penyebaran Virus Corona pada klaster perkantoran.
Kondisi ini terjadi berkat pengujian dan pelacakan atau testing and tracing dari pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dalam PSBB transisi, ada ketentuan untuk pendataan karyawan dan pengunjung kantor.
Lewat pendataan, perkantoran tidak bisa lagi menutup-nutupi adanya kasus positif Covid-19. “Klaster perkantoran turun karena masifnya testing dan tracing,” klaim Anies, di Jakarta.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjelaskan, garda terdepan pengujian dan pelacakan itu dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Di setiap Puskesmas terdapat dua komponen.
Baca juga : Kemenhub: Angka Kesembuhan Pegawai Yang Kena Covid Di Atas 70 Persen
Pertama, digital tracer yang bertugas melakukan investigasi kasus dan menindaklanjuti semua kontak erat. Kedua, koordinator lapangan di setiap kecamatan yang melibatkan 1.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan relawan.
Selain itu, pihaknya telah menyediakan aplikasi Jakarta Terkini (Jaki). Aplikasi ini telah digunakan lebih dari 800 ribu pengguna aktif di Jakarta. Aplikasi dapat digunakan untuk melaporkan pelanggaran protokol kesehatan maupun pelacakan pasien Covid-19.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan PSBB transisi sejak 12 Oktober hingga 25 Oktober mendatang. Perkantoran sektor non-esensial boleh beroperasi dengan jumlah karyawan sebanyak 50 persen dari kapasitas.
Selama PSBB transisi ini, ada lima protokol tambahan bagi perkantoran. Pertama, membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang sekurang- kurangnya terdiri dari nama pengunjung, Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, waktu berkunjung dan bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital.
Baca juga : Check Point Di Perbatasan Ibu Kota Diperketat Dong
Kedua, menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (DTKTE) sebagai upaya penelusuran penyelidikan epidemiologi. Ketiga, melakukan penyesuaian jam kerja dan shift kerja dengan jeda minimal antar shift tiga jam.
Keempat, memaksimalkan penggunaan teknologi dan atau rekayasa engineering dalam melaksanakan aktivitas kerja serta untuk mencegah kerumunan atau kontak langsung. Dan, Kelima, bila ditemukan klaster, bekerja bersama, berinteraksi dekat, di sebuah tempat kerja, maka wajib melakukan penutupan tempat kerja selama 3 x 24 jam untuk desinfeksi.
“Jika ini dijalankan, saya yakin penyebaran Covid-19 di perkantoran dapat terlacak dan terkendali,” jelas Anies.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya