Dark/Light Mode

Video Pembakaran Halte Transjakarta Beredar, Polisi Ucapkan Terima Kasih

Sabtu, 31 Oktober 2020 15:39 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. (Foto: Polda Metro Jaya)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus. (Foto: Polda Metro Jaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Video pelaku pembakaran halte Transjakarta saat unjuk rasa pada 8 Oktober lalu beredar di media sosial melalui hasil investigasi visual Narasi TV. Dalam investigasi Narasi TV, wajah tujuh terduga pembakar Halte Sarinah, Jakarta Pusat tertangkap kamera.

Menanggapi investigasi ini, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengimbau agar bahan-bahan terkait kasus pembakaran halte bisa diserahkan kepada polisi.

Baca juga : Pak Polisi, Gimana Ini...

Menurut dia, bahan tersebut bisa membantu proses penyidikan. "Kami terima kasih banyak kalau dikasih informasi atau bahan-bahannya itu," kata Yusri saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

Yusri mengatakan, polisi sudah menangkap 20 orang terkait pembakaran dan perusakan fasilitas umum dalam demonstrasi menolak Omnibus Law pada 8 Oktober 2020.

Baca juga : Ada Demo, Transjakarta Modifikasi Rute

Perusakan yang dimaksud terjadi dari kawasan Patung Arjuna Wijaya hingga ke sepanjang jalan Sudirman. "Saat ini kami sedang mencari pelaku lainnya," ungkapnya.

Yusri mengatakan peristiwa perusakan di halte-halte bus Transjakarta dalam unjuk rasa itu. Kami memelototi 13 rekaman CCTV dengan total waktu 9 jam 58 menit untuk menyorot Halte Bundaran Hotel Indonesia, Sarinah, Tosari, dan Harmoni dari enam sudut pandang.

Baca juga : Polisi Tetapkan 8 Tersangka, Tukang Bangunan Hingga PPK Kejagung Terlibat

Ia menambahkan kebakaran halte Transjakarta di ruas Jalan Sudirman - Thamrin sebagian berlangsung pada waktu hampir bersamaan, yakni pukul 17.00. "Kedua, pelaku pembakaran memiliki ciri-ciri sama, yaitu pemuda 20-an tahun yang mengenakan atasan hitam dan bersarung tangan sebelah," ujarnya. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.