Dark/Light Mode

Dokter Memohon Atensi Gubernur Anies

Tidak Lama Lagi, RS Rujukan Pasien Covid-19 Bisa Kolaps

Sabtu, 28 November 2020 08:02 WIB
Ilustrasi tenaga medis Indonesia. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tenaga medis Indonesia. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Depok Lebih Gawat

Pemerintah Kota Depok kembali mengumumkan penambahan dalam temuan kasus baru pasien positif Covid-19, Kamis (26/11). Tercatat, ada 160 kasus baru Covid-19. Sementara jumlah pasien yang sembuh 77 orang dan 1 pasien meninggal dunia.

Tren kasus aktif di Depok terus naik sejak pekan kedua November. Jumlah pasien Covid-19 di Depok kini melonjak jadi 1.957 orang, terbanyak selama riwayat pandemi. sebelumnya. Puncaknya,  jumlah pasien di Depok mencapai 1.564 orang pada 11 Oktober lalu.

Dua rumah sakit besar di Depok milik pemerintah, yakni Rs Universitas Indonesia (UI) dan RSUD Kota Depok, juga melaporkan merosotnya ketersediaan tempat tidur isolasi pasien Covid-19.

Baca juga : Anies Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, tak menampiknya. “Bisa dibilang demikian. Iya, ini klaster liburan. saat ini ICU di rumah sakit di Depok rata-rata sudah terisi semua,” jelasnya.

Manajer Pengembangan Bisnis RSUI Astrid Saraswaty mengungkapkan, kini RS itu didominasi pasien Covid-19 rawat inap warga Depok. “Keterisian tempat tidur (pasien Covid-19) selama seminggu ke belakang di atas 80 persen. Lima puluh persenan warga KTP Depok. Sisanya warga dengan KTP Jakarta, Bekasi, Bogor,” terangnya.

Dia mengungkapkan, permintaan rujukan ke RSUI semakin banyak, terlebih bagi pasien dengan perawatan intensif. Penambahan kapasitas sudah dilakukan. Namun, pasien Covid-19 terus berdatangan. “Pada akhir Oktober nambah menjadi 63 tempat tidur, terus 80 tempat tidur, tapi terus datang hingga sampai saat ini sudah 80 persen,” tandasnya.

Dalam beberapa waktu ke depan, manajemen RSUI akan menambah 29 tempat tidur lagi secara bertahap. Jika sudah dioperasikan, maka total ruang perawatan Covid-19 RSUI akan menjadi 109 tempat tidur. Sementara, RSUD  Kota Depok lebih parah. Sudah hampir 100 persen.

Baca juga : Teridentifikasi Kontak Dengan Pasien Covid, Bos WHO Langsung Isolasi Mandiri

Direktur RSUD  Kota Depok, Devi Maryori menyebut, ketersediaan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit tersebut semakin tipis. “Isolasi sudah terisi 94 persen. ICU khusus Covid-19 sudah penuh semua,” kata Devi .

Pihaknya sedang mempersiapkan penambahan 6 ruang ICU khusus pasien Covid-19 yang diperkirakan rampung awal desember nanti.

Akibat Libur Panjang

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meyakini, kenaikan kasus Covid-19 ini disebabkan libur panjang akhir oktober lalu. Pergerakan penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) yang tinggi mengakibatkan penularan masif.

Baca juga : Anies Sudah Pantas Naik Kelas?

“Sekarang panen kasus akibat cuti bersama. Dampaknya Nasional. Selain Jabodetabek, juga Jawa Barat dan Jawa Tengah, rumah sakit penuh,” ujar Pandu, kemarin.

Ketua Satuan Tugas (satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut, ada peningkatan kasus Corona selama libur panjang akhir Oktober lalu. Meski begitu, masih bisa dikendalikan dibanding libur panjang Agustus lalu. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.