Dark/Light Mode

Dokter Memohon Atensi Gubernur Anies

Tidak Lama Lagi, RS Rujukan Pasien Covid-19 Bisa Kolaps

Sabtu, 28 November 2020 08:02 WIB
Ilustrasi tenaga medis Indonesia. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tenaga medis Indonesia. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Paling anyar, Graha Wisata Ragunan di Jakarta Selatan. Kini, tempat itu siap menerima pasien Covid-19 dengan kategori orang Tanpa Gejala (OTG). Graha Wisata Ragunan menunggu koordinasi dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terkait penerimaan pasien Covid-19 dengan kategori OTG.

Nantinya, Puskemas akan konfirmasi melalui telepon dan datang langsung. “Kesiapan dari kita sendiri dalam menerima pasien 99 persen,” ujar Kepala Graha Wisata Ragunan, Yayang Kustiyawan, dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Bogor Darurat

Baca juga : Anies Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Libur Panjang

Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui, kondisi rumah sakit khusus Covid-19 di Kota Bogor dalam keadaan darurat. sebab, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 80,3 persen.

Angka ini telah jauh melampaui anjuran keterisian tempat tidur yang dikeluarkan Badan Kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) sebesar 60 persen. “Kondisinya memang sudah agak darurat karena keterpakaian tempat tidur sudah nyaris maksimal ya. Angkanya sudah di atas ambang batas, BoR sudah 80,3 persen,” ungkap Bima.

Antara lain, rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor adalah Rumah sakit Umum daerah (RSUD) Bogor, kini tinggal 13 tempat tidur untuk pasien Covid-19. sudah terisi 107 dari 120 tempat tidur. Sementara keterisian tempat isolasi khusus pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor berada di Balai Besar Rehabilitasi milik Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor, mencapai 60 persen.

Baca juga : Teridentifikasi Kontak Dengan Pasien Covid, Bos WHO Langsung Isolasi Mandiri

Bima mengakui, tengah meningkatkan jumlah tempat tidur di RSUD Bogor. dalam waktu dekat akan ditambah hingga 134 tempat tidur. Pemerintah Kota Bogor juga menambah tenaga perawat dan petugas tracing untuk memperkuat upaya pencarian kasus positif di masyarakat.

Pihaknya tengah menyiapkan alternatif RS Darurat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur akhir tahun.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, mengakui kekurangan tenaga perawat yang bertugas menangani pasien Covid-19. “SDM (sumber daya Manusia) tujuh bulan terus full, ada yang sudah bertumbangan, sakit. Jadi kondisinya saat ini sedang merekrut pegawai kontrak untuk memenuhi 120 tempat tidur sesuai target,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.