Dark/Light Mode

7,9 Juta Orang Di DKI Akan Divaksin Covid

Jangan Takut, Ayo Kita Sukseskan Vaksinasi...!

Jumat, 15 Januari 2021 06:19 WIB
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Kamis (14/1/2021). (Foto : Putu Wahyu/Rakyat Merdeka)
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Kamis (14/1/2021). (Foto : Putu Wahyu/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 453 fasilitas kesehatan untuk vaksinasi Covid-19. Suntikan tahap pertama ditujukan bagi 130 ribu tenaga kesehatan. Supaya berhasil membentuk kekebalan imunitas, vaksinasi ini membutuhkan kolaborasi warga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, vaksinasi kali ini merupakan yang terbesar. Melampui rekor vaksinasi sebelumnya, yakni 2 juta orang. Jumlah warga penerima vaksin Covid-19 di Ibu Kota mencapai 7,9 juta orang, dengan rentang usia antara 18-59 tahun.

Berita Terkait : Puskesmas Ciracas Mulai Suntikkan Vaksin Covid-19 Ke Tenaga Kesehatan

Vaksinasi akan dilakukan dengan dua kali injeksi, dalam durasi waktu 14 hari. Karena itu, dibutuhkan 15-16 juta dosis vaksin. “Jumlah itu cukup untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas,” kata Widyastuti melalui video di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, kemarin.

Jumlah penerima vaksin di Jakarta, meliputi 130 ribu orang tenaga kesehatan, 500 ribu tenaga layanan publik dan sekitar 3 juta kelompok rentan secara geospasial. Kemudian, kelompok usaha sekitar 2 juta orang, dan kelompok lanjut usia (lansia).

Berita Terkait : 1,2 Juta Tenaga Kesehatan Akan Divaksin Covid-19 Tahap Pertama

Meski vaksinasi difokuskan untuk warga dengan batas umur tertentu, ada kelompok lansia yang dapat menerima vaksin. Jumlahnya kisaran 980.000 orang. Untuk vaksinasi tahap awal, Pemprov menyiapkan 453 fasilitas kesehatan.

Saat ini, jumlah dosis vaksin yang sementara sudah diterima baru 39.200 vaksin. Pada tahap awal, vaksin akan disuntikkan kepada 119.145 orang yang diprioritaskan kepada tenaga kesehatan di DKI Jakarta. “Tadinya mau Kamis, tapi mundur Jumat. Karena, banyak tokoh masyarakat penerima vaksin sedang puasa,” kata dia.
 Selanjutnya